by

Waspadai Penyalahgunaan Pelabuhan- Kerap Jadi Pintu Masuk Narkoba

TANJUNGPINANG (HK) – Imigrasi Kelas I Tanjungpinang terus berkomitmen mewaspadai penggunaan pelabuhan sebagai pintu masuk peredaran narkoba. Untuk itu, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang dan BNN Kota Tanjungpinang menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam pemberantasan narkoba, kemarin.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Hongki Juanda menyampaikan pihaknya terkait peredaran gelar narkoba terus berkomitmen melakukan pengawasan secara ketat khususnya di pelabuhan-pelabuhan sebagai pintu masuk. Kerjasama dengan BNN ini juga merupakan lanjutan dari Inpres Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Rencana Aksi Nasional, Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“MoU ini tentang pencegahan bahaya narkoba dari penyelahgunaan narkoba dalam aksi nasional. Kita bersinergi bersama BNN. Pemberantasan narkoba ini juga bukan hanya dari luar, namun di internal kita yakni wajib hukumnya bagi pegawai Imigrasi terlibat narkoba,” ungkap Hongki di Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang.

Untuk pemberantasan narkoba di internal, dalam Nota Kesepahaman tersebut akan dilakukan pemeriksaan urine secara berkala. Kemudian bersama BNN Tanjungpinang juga memberikan sosialisasi kepada pegawai Imigrasi tentang bahaya narkoba.

“Dengan adanya MoU ini, kedepan minimal mencegah pegawai kita jangan sampai terlibat dengan narkoba. Selama ini saya cukup berhasil membina pegawai saya untuk tidak terlibat narkoba. Apabila ada yang kedapatan, saya akan tindak tegas bisa kita keluarkan dari intitusi. Jadi tidak ada ampun untuk narkoba,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kepala BNN Kota Tanjungpinang Darsono terus mengajak seluruh stakeholder agar bisa bekerja sama agar pelaksanaan rencana aksi nasional ini berjalan dengan baik. Diakui Darsono bahwa sebelumnya Imigrasi telah berkomitmen dalam pemberantasan narkoba, namun dengan adanya MoU ini akan lebih kuat lagi dalam mewujudkan Imigrasi bebas dari narkoba.

Masih dikatakan Darsono, pencegahan peredaran narkoba ini diawali dari lingkungan keluarga, kemudian tempat bekerja. Dengan ini Darsono juga menghimbau kepada pegawai Imigrasi dan kepada masyarakat jauhi nakroba dan jangan coba-coba narkoba.

“Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh pegawai Imigrasi agar bisa bergabung sebagai relawan anti narkoba yang mampu melaksanakan P4GN di lingkungan kerjanya. Semua kita ajak bekerjasama karena satu beban dipikul bersama-sama pasti akan terasa ringan, bersama pasti bisa,” tutup Darsono. (rco)

Comment

News Feed