by

Tanjungpinang Mulai Terapkan Sistem Zonasi Guru

TANJUNGPINANG (HK) – Setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi di Kota Tanjungpinang, juga akan diberlakukan kepada para guru yang mengajar. Sistem zonasi dan rotasi guru dilakukan untuk pemerataan kualitas pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, Atmadinata, mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan meminta daerah untuk menerapkan program redistribusi guru agar merata. Sistem zonasi guru merupakan upaya pemerintah yang bertujuan untuk pemerataan pendidikan.

“Seharusnya memang sistem tersebut sudah dilakukan. Zonasi bukan saja untuk siswa saja tetapi para guru juga ditata, ada redistribusi guru berdasarkan jarak kedekatan rumah dengan sekolah. Hal ini mulai diberlakukan bahwa guru mengajar berdasarkan jarak antara sekolah terdekat dari rumahnya,” ungkap Atmadinata, Senin (19/8/2019).

Atmadinata menjelaskan, sekolah di Kota Tanjungpinang, khususnya tingkat SD dan SMP saat ini sudah mulai diterapkan, dengan berangsur-angsur akan diterapkan di Tanjungpinang.

“Ini sudah mulai kita laksanakan dengan cara perlahan, sudah berangsur diterapkan,” terangnya.

Saat ini kendalanya untuk bidang studi tertentu memang sekolahnya tidak dekat dan ketersediaan guru bidang studi tidak merata, seperti guru SMP yang mengajar itu perlu mata pelajaran tidak seperti SD gurunya per kelas sehingga lebih mudah dilakukan zonasi.

“Jadi apabila jumlahnya terbatas dan jarak rumahnya cukup jauh itu yang menjadi kendala, agak repot,” tambahnya.

Kendati demikian, Atmadinata menjelaskan bahwa tujuannya adalah agar pelaksanaan sistem zonasi benar-benar tercapai dengan baik dan proses belajar bisa lebih efektif karena guru lebih dekat menuju sekolah.

“Ini juga supaya guru lebih mudah jarak dari rumah ke sekolah lebih dekat. Kami terus melakukan sosialisasi dan memberlakukan zonasi guru secara bertahap,” pungkasnya. (rco)

Comment

News Feed