by

PKL Jembatan I Barelang Pakai Payung dan Tenda

BARELANG (HK) — Pasca ditertibkan oleh tim terpadu kota Batam, Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasanya berjualan di Jembatan I Barelang tidak kehabisan akal, mereka berjualan dengan menggunakan tenda dan payung guna tetap mengais rezeki di momentum liburan HUT Kemerdekaan.

Pantauan Haluan Kepri, sejumlah pedagang masih tetap berdagang dengan menggunakan payung dan tenda seadanya di pinggir jalan raya.

Mereka mengaku tetap berjualan disana dengan alasan karena pedagang yang berada di Jembatan II Barelang masih tetap berjualan dan mereka pun belum kunjung ditertibkan.

“Terpaksalah bang, tak ada lagi kegiatan. Kalau tak jualan darimana lagi kami mau cari nafkah,” katanya Desma, salah seorang pedagang di lokasi, Minggu (18/8).

Apalagi menurutnya, pedagang di Jembatan II tetap bisa berdagang, sehingga menjadi pertanyaan mereka kenapa mereka tidak bisa. “Kan sama-sama mencari makan, lagian kami buka lapak pakai payung dan tenda kok,” ujarnya pedagang lainnya ke awak media.

Masih kata pedagang lainnya yang tak mau disebutkan namanya, seharusnya pemerintah harus andil mengambil sikap untuk penertiban pedagang jembatan Barelang. “Jangan malah kami ditertibkan, sementara pedagang yang disana masih bebas berdagang,” ketusnya.

“Kalo pedagang yang lainnya ditertibkan. Kami pun gak mau jualan disini. Dan kami juga taat hukum kok,” terangnya lagi.

Pemberitaan sebelumnya, jumlah mantan atau eks Pedagan Kaki Lima (PKL) Jembatan I Barelang, menuntut adanya keadilan. Mereka juga meminta agar keberadaan PKL di Jembatan dua juga ditertibkan.

Pasalnya, mereka sudah dua pekan ditertibkan, namun sampai saat ini para pedagang yang berjualan di Jembatan II tak kunjung ditertibkan alias masih lengang melayani para pengunjung yang datang kesana.

Hal itu pun membuat pedagang yang kena gusur menjadi iri alias terjadi kecemburuan sosial. Sebab mereka tak bisa lagi mereka mencari nafkah.

“Terus terang saja pak, Kami pedagang yang di Jembatan I Barelang ini cemburu. Kayaknya ada pilih kasih, takut ada kecemburuan sosial nantinya. Masa cuman kami saja yang ditertibkan padahal sama-sama cari makan disini,” kesalnya Sandi, salah seorang eks pedagang Jembatan I. saat itu. (ded)

Comment

News Feed