by

Pembunuh Pensiunan TNI Dituntut 20 Tahun

TANJUNGPINANG (HK)- Abdul alias Bedul (23), terdakwa pembunuhan terhadap Arnold Tambunan (60), pensiunan TNI Angkatan Laut (AL), dituntut selama 20 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (16/8).

JPU Destiya SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menyatakan terdakwa Abdul
terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama almarhum Andul Rasyid terhadap korban Arnold Tambunan.

Perbuatan terdakwa dimaksud sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Jo Pasal 380 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Terhadap tuntutan JPU tersebut, majelis hakim dipimpin Acep Sopian Saori SH MH didampingi dua hakim anggota, Guntur Kurniawan SH dan Santonius Tambunan SH MH memberikan kesempatan kepada terdakwa Abdul maupun Penasehat Hukum yang mendampingi untuk menyampaikan pembelaan pada sidang sepekan mendatang.

Dalam sidang terungkap, perbuatan terdakwa bermula saat saudara M. Rasyid (telah meninggal dunia) mempunyai utang kepada korban Arnold Tambunan sebesar Rp35 juta.

Kemudian, korban menagih utang dengan saudara M. Rasyid dengan kata-kata kasar sehingga menimbulkan sakit hati dan kesal. Kemudian pada 17 Agustus 2018 korban Arnold Tambunan menghubungi saudara M. Rasyid untuk menagih utang dan akan mendatangi rumahnya di Jalan menur Gang Menur, No15 RT 005, RW 009, Kelurahan Sei Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang pada pagi hari 18 Agustus 2018.

Hal itu membuat M. Rasydi panik dan kesal pada korban, sehingga terjadi perencanaan untuk menghilangkan nyawa korban dengan terdakwa Abdul. Saudara Rasyid memanggil terdakwa Abdul usai melakukan tugas pemasangan tenda.

Namun ajakan Rasyid untuk membunuh korban Arnold sempat ditolak terdakwa, dengan alasan sangat beresiko, karena sudah menghilangi nyawa orang. Ketika itu M Rasyid berusaha meyakinkan terdakwa, bahwa jika ketangkap, maka resiko akan ditanggung mereka berdua.

Kendati demikian, terdakwa tetap berusaha menolak ajakan M Rasyid tersebut. Akan tetapi M Rasyid terus berupaya membujuk terdakwa dengan imbalan uang Rp20 juta. Lalu terdakwa menjawab, kenapa tidak uang Rp20 juta itu saja dibayar ke Arnold Tambunan ketimbang harus mengabisi nyawanya.

Tetapi M Rasyid menjawab, bahwa ia belum memiliki uang, sementera korban Arnold Tambunan tetap akan menagih utangynya besok. Sehingga M Rasyid terus berusaha meminta tolong kepada terdakwa untuk membantu membunuh korban. Setelah merenung sekitar 15 menit, akhirnya terdakwa terpaksa menuruti keinginan M Rasyid untuk membantu membunuh Arnold Tambunan tersebut.

Selanjutnya M Rasyid berkata kepada terdakwa, kalau Arnold Tambunan meninggal agar dimasukan ke dalam Septic tank kantor yang terdapat di rumahnya tersebut.

Besok paginya, Sabtu 18 Agustus 2018 sekira pukul 06.00 WIB, terdakwa sudah menunggu di atas rumah M Rasyid sambil melihat kedatangan Arnold Tambunan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan yang sudah direncana semula.

Kemudian Arnold managih utangnya ke M Rasyid, sembari melakukan perbincangan. Saat itu, M Rasyid kembali emosi dan memukul korban menggunakan besi hingga korban terjatuh dari bangku yang didudukinya, dan lari ke arah belakang bengkel rumah M Rasyid.

Saat itulah terdakwa turun dari lantai II dan ikut serta mengejar korban Arnold Tambunan sambil membawa sebatang besi, lalu secara bersama memukul tubuh Arnold hingga meninggal dunia.

Lalu Rasyid mengambil kantong plastik warna hitam dan tali nilon warna kebiruan, dan terdakwa sendiri menuju ketempat sepic tank dan membukanya mengunakan alat berupa pahat dan martil, selanjutnya terdakwa dan M Rasyid memasukan tubuh korban ke dalam sapic tank tersebut.

Bahwa pada 14 Februari 2019 pihak Koplisian Polres Tanjungpinang menemukan jasad manusia di septictank di ruangan bagian belakang bengkel las milik M Rasyid (Almarhum) di Jalan Menur gang Menur tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa jasad tersebut adalah tubuh Arnold Tambunan yang meninggal dunia akibat dibunuh terdakwa bersama M Rasyid.

Sekedar diketahui, M Rasyid sendiri diketahui telah meninggal dunia akibat ditabrak bus di Jalan Ahmad Yani Kota Tanjungpinang pada Rabu (29/8) tahun 2018, sekitar pukul 05.02 WIB lalu. Saat itu, penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang sedang melakukan penyidikan terhadap dirinya.

Hal tersebut guna pengungkapan kasus hilangnya korban Arnold Tambunan setelah beberapa hari tidak pulang ke rumahnya. Jasad Arnold Tambunan sendiri akhirnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di septic tank rumah milik almarhum Rasyid, di jalan Menur, Gang Juang, kilomter 8, Tanjungpinang, setelah 6 bulan menghilang kemudian. (nel)

Comment

News Feed