by

Gas Melon dan Mikol Tetap Dijual Bebas di Simpang Barelang

BARELANG (HK) — Meski sudah pernah ditegur dan diimbau oleh tim Disperindag Kota Batam, para pedagang seolah tak takut ditertibkan hingga saat ini berbagai jenis minuman beralkohol dijual bebas di kios liar Simpang Barelang, Minggu (18/8).

Pantauan dilokasi, memang tampak terlihat berbagai minuman keras jenis wiskhi, anggur cap orangtua, topi miring, vodka serta minuman kios lainnya dipajang hampir semua dideretan kios yang berdiri di trotoar jalan Trans Barelang itu.

Selain berbagai minuman beralkohol, tabung gas melon atau gas 3 Kg masih tetap dipajangkan di depan kios tersebut, padahal sebelumnya pihak Disperindag pernah menyatakan bahwa pedagang dilarang menjual gas tersebut.

Bahkan, yang parahnya lagi, para pedagang pun tak segan-segan menjajakan minuman keras itu ke hadapan publik hingga terang-terangan.

“Iya gimana lah bang. Kalau tak dipajang kayak gini tak ada yang lihat, dan mana ada yang beli,” kata emak-emak yang tak disebutkan namanya, kemarin.

Dia juga mengatakan, awalnya dirinya sempat takut menjajakan minuman keras tersebut, tapi karna ada pedagang lainnya berani menjajakan dan dagangannya laris akhirnya semua menjajakan barang tersebut.

“Sewaktu ada razia itu, kita pun sempat ketakutan ada razia kembali. Tapi karna ada awalnya pedagang menjajakan barangnya dan laris manis yang akhirnya semua pedagang menjajakan barang dagangannya,” kata dia lagi.

Pemilik kios ini menyadari jika tindakannya tersebut dilarang dan sewaktu-waktu petugas dapat menertibkan. “Kami agak takut juga menjual mikol ini. Takutnya ada razia lagi,” ujar pedagang lainnya.

Lastri, warga sekitar mengatakan, biar bagaimana pun aktifitas jual beli mikol di tempat itu harus ditertibkan lagi. Jangan malah dibiarkan begitu saja. Soalnya sangat banyak remaja yang beli mikol dari tempat itu.

Menurutnya lagi, harusnya pihak pemerintah tak membiarkan aktifitas itu kembali bebas menjualnya. “Jadi, memang harus ditertibkan pedagang mikol tersebut, apalagi dijual seperti itu dan gampang warga dapatnya. Nanti mabuk, ujung-ujungnya melakukan tindak kriminal,” katanya.

Warga setempat berharap agar secepatnya para lapak atau kios liar ditertibkan, apalagi keberadaan lapak itu sangat mengganggu pengguna jalan. “Dimana nya janji pak Walikota ini, katanya mau ditertibkan. Tapi saat ini belum ada realisasinya,” pintanya. (ded)

Comment

News Feed