by

BPBL Siapkan Bibit Ikan Unggulan

BATAM (HK) – Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Kementerian Perikanandan Kelautan, terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya laut masyarakat yang berada di pesisir pantai.

Salah satunya ialah dalam pemberian bantuan benih ikan kepada kelompok nelayan budidaya melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL), Batam, untuk memenuhi kebutuhan bibit guna peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala BPBL Batam di Barelang, Toha Tusihadi mengatakan berdasarkan penganggaran dari Ditjen Perikanan Bidang Budidaya, Kementrian Kelautan serta Perikanan, membuka program bantuan benih ikan untuk masyarakat nelayan sejak awal 2019. Khususnya di daerah Kepri, Sumatera dan Kalimantan.

“Namun, untuk daerah Batam dan Kepri sendiri penyerapan bantuan bibit ikan tersebut kurang maksimal. Sehingga banyak bibit ikan tersebut yang dikirimkan ke Provinsi Aceh, untuk dapat dibudidayakan oleh masyarakat disana,” sebut Toha Tusihadi, Jumat (16/8) kemarin.

Diterangkannya, ada beberapa jenis benih ikan yang akan diberikan ke masyarakat. Mulai dari bibit ikan kakap putih, bibit kerapu serta bawal bintang dengan total berjumlah 750 ribu ekor, untuk tahun anggaran 2019.

Diterangkannya, program bantuan bibit ikan ini tidak diberikan kepada perorangan, akan tetapi kita berikan kepada kelompok nelayan, dengan beberapa persyaratan yang harusnya dipenuhi.

“Artinya, setelah memenuhi ketentuan barulah mereka itu bisa mendapatkan bibit ikan secara gratis,” ujar Toha.

Diantaranya, terang Kepala BPBL ini, kelompok nelayanitu harus mengajukan proposal kepada pihak BPBL Batam setelah mendapatkan surat rekomendasi dari Dinas Perikanan setempat.

“Dan mereka yang telah mendapatkan bantuan benih ikan dari BPBL, tidak diperkenankan lagi menerima bantuan sejenis dari instansi terkait pada tahun yang sama. Artinya, bantuan bibit ikan ini sekali dalam setahun,” papar Toha .

Kemudian imbuh Toha, ketentuan lainnya ialah hasil dari produksi yang dihasilkan tidak untuk tujuan ekspor serta lain-lain sebagainya.

“Syarat tersebut dinilai tidak menyengsarakan nelayan. Meskipun demikian ada nilai bantuan tetap yang harus dapat menyesuaikan dengan kapasitas keramba yang dimiliki kelompok itu,” ungkapnya.

Selain bantuan benih ikan, Toha menerangkan, pihaknya juga akan melakukan pendampingan sehingga tingkat keberhasilan masyarakatbisa lebih baik dan maksimal. (vnr)

Comment

News Feed