by

Damaikan Perkelahian Antar Pelajar- Polisi Lakukan Mediasi Kedua Sekolah

TANJUNGPINANG (HK) – Pasca perkelahian antar pelajar SMA Negeri 3 dan SMK Negeri 3 Tanjungpinang yang terjadi, Rabu (14/8) lalu, akhirnya berhasil dimediasi perdamaian oleh jajaran Polres Tanjungpinang.

Perdamian berlangsung di ruang kelas SMA Negeri 3 Jalan Tugu Pahlawan Tanjungpinang, Kamis (15/8). Saat media hadir Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Indra Jaya, Kapolsek Tanjungpinang Barat IPTU Firuddin, Dinas Pendidikan Prov. Kepri, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Tanjungpinang Jumadi, Kepala sekolah SMK Negeri 3 Tanjungpinang Asmiati, WR, Babinkamtibmas Polres Tanjungpinang, Babinsa, para murid SMA 3 dan SMK 3 Tanjungpinang dan orang tua atau wali murid masing-masing.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi, melalui Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Indra Jaya, meminta agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali dikemudian hari.

“Hendaknya para murid dapat mendiskusikan terlebih dahulu apabila terjadi perselisihan sehingga tidak sampai menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan,” kata Indra Jaya.

Dikatakan, sesungguhnya perkelahian bukan merupakan suatu solusi penyelesaian masalah, melainkan hanya menimbulkan kerugian dan hal negatif lainnya. “Peran orang tua dan keluarga serta kita semua penting dalam mendidik anak untuk berperilaku baik sangat diharapkan,” ucapnya.

Disamping itu, lanjut Indra, para guru juga dapat memberikan nasehat-nasehat mendidik agar perilaku siswa terbina dengan baik, di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

Sementara Dinas Pendidikan Kepri melalui Kasi Bidang Pembinaan SMK, Arief Salman, menyampaikan bahwa kejadian perkelahian antar siswa sekolah ini merupakan hal yang tidak boleh terulang kembali karena hal ini merugikan semua pihak baik itu dari siswa itu sendiri, orang tua dan keluarga, sekolah serta Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri.

“Mediasi yang dilakukan atas gagasan Polres Tanjungpinang ini merupakan penyelesaian dengan hasil yang baik untuk semua pihak. Hal ini patut kami haturkan terima kasih banyak,” ungkap Arif

Hal senada disampaikan Kepala Sekolah SMA 3 dan SMA 5 Tanjungpinang mengucapkan terimakasih serta dukungan dan apresiasi kepada Polres Tanjungpinang atas gagasan dilaksanakannya mediasi ini dan dengan kehadiran Kapolsek Tanjungpinang Timur dan Kapolsek Tanjungpinang Barat, yang mana atas terselenggaranya mediasi ini sehingga menghasilkan penyelesaian yang diterima dengan baik oleh semua pihak.

Kepala Sekolah SMKN 3 Tanjungpinang, Jumadi, meminta kepada seluruh siswa yang ikut serta dalam tawuran yang terjadi beberapa waktu lalu untuk tidak akan mengulangi dan melanjutkan kembali tawuran yang terjadi. “Masalah yang kamu buat semalam, mengundang orangtua dan media, pernah gak kalian berpikir hal ini bisa terjadi, kalian mau jadi terkenal masak mau jadi terkenal dengan yang tidak baik,” ujar Jumadi.

Ia memaparkan, kejadian tawuran kemarin terjadi pada saat di luar jam sekolah, sehingga tidak menjadi tanggung jawab sekolah, karena tanggung jawab sekolah dari pukul 07.00 – 15.00 WIB. “Batas pengawasan kami di sekolah pukul 07.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB, jadi kejadiannya di luar jam sekolah,” katanya.

Upaya mediasi perdamaian tersebut ditandai penandatanganan berita acara hasil mediasi antara pihak pertama SMA Negeri 3 dengan pihak kedua SMK Negeri 3 Tanjungpinang, disaksikan oleh Disdik Kepri dan perwakilan guru. Mediasi yang dilakukan menghasilkan kesepakatan yaitu, tidak mengulangi perbuatan yang merugikan kedua belah pihak (tawuran). Kemudian, kedua belah pihak telah membuat kesepakatan/perdamaian.

Sebelumnya, tawuran antar pelajar SMKN 3 dengan SMAN 3 Tanjungpinang tersebut sempat viral melalui rekaman video di media sosial online WhatsApp warga Tanjungpinang. Terlihat grombolan siswa saling baku hantam dengan tangan kosong. Pengakuan para siswa kelas XII jurusan IPS SMAN 3,itu berawal pada saat seorang pelajar putri SMAN 3 Tanjungpinang disenggol dengan menggunakan sepeda motor oleh alumni SMKN 3 di lapangan Futsal RKA, Jalan Pantai Impian, Tanjungpinang, Rabu (14/8) lalu.

Setelah kejadian itu, ternyata sorenya sebanyak 20 motor yang dikendarai para siswa SMKN 3 dengan berboncengan, mendatangi SMAN 3, usai jam pelajaran sekolah. Awalnya antara siswa SMAN 3 berbicara baik-baik menanyakan tujuan siswa SMKN 3 datang ke sekolah mereka. Tetapi mereka malah memukul salah seorang murid SMKN 3 tersebut.

Melihat temannya dipukul, rekan-rekannya yang lain tidak terima dan langsung membantu membalas memukul mereka sehingga terjadilah tawuran tersebut. (nel)

Comment

News Feed