by

Faskes dan RS Bakal Terima Penghargaan BPJS Kesehatan

TANJUNGPINANG (HK)- Fasilitas Kesehatan Faskes Tingkat Pertama dan Rumah Sakit (RS) bakal menerima penghargaan atau award Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Kamis (15/8).

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, pemberian penghargaan atau award ini
diberikan kepada Faskes atau rumah sakit yang berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat JKN KIS.

“Saat ini kami sudah memegang nama-nama FKTP dan RS terbaik yang memiliki komitmen tinggi memberikan pelayanan optimal bagi peserta JKN KIS,” ujar Iqbal.

Tak hanya itu, lanjut Iqbal, pemberian penghargaan ini diberikan kepada FKTP atau RS dengan kategori yakni kategori Puskesmas, klinik pratama, dokter praktik mandiri, dokter gigi, dan Apotek Program Rujuk Balik (PRB).

“Sementara di tingkat RS, penghargaan akan diberikan kepada empat rumah sakit dari masing-masing kelas rumah sakit, yakni rumah sakit kelas A, B, C, dan D.,” terang Iqbal.

Terdapat 23.102 FKTP, 2.406 RS dan 1.264 Apotek diseleksi dari tahapan Kantor Cabang, Kantor Kedeputian Wilayah, hingga tingkat Nasional.

Dalam BPJS Kesehatan Award, Iqbal mengatakan kriteria penilaian bagi FKTP adalah kepatuhan FKTP terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan harus mencapai skor 100.

“FKTP tersebut juga harus memperoleh nilai KBK 100%. Kita juga lihat prestasinya, utilasi review-nya bagaimana, sudah terakreditasi belum, atau apakah ada nilai plus lainnya yang bisa menjadi pertimbangan. Lalu kita perhatikan juga, apakah FKTP tersebut punya inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan sehingga bisa dijadikan contoh bagi FKTP lainnya. Misalnya inovasi dari segi sistem antrian, pemanfaatan teknologi, atau penataan ruang layanan peserta,” terang Iqbal.

Sementara bagi rumah sakit, ada beberapa hal yang menjadi indikator penilaian. Antara lain, kesesuaian rumah sakit dalam memenuhi komitmen perjanjian kerjasama, tingkat kepuasan peserta yang mendapat pelayanan, pelayanan kepesertaan (customer service), kecepatan respon terhadap keluhan.

“Serta inovasi yang dikembangkan rumah sakit dalam memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS. Selain itu, upaya perbaikan rumah sakit untuk mengurangi keluhan dan meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS juga menjadi poin tambah tersendiri dalam penilaian,” ujar Iqbal.(efr)

Comment

News Feed