by

Pembangunan PI Dalam Proses – Tunggu Lokasi dan Regulasi

NATUNA (HK)- Tahapan pembangunan Pasar Ikan (PI) Ranai yang dibangun Pemerintah Pusat melalui anggaran hibah dari Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) terus berjalan.

Tahun ini pemerintah sedang dalam proses penyiapkan lokasi dan regulasi. Hampir semua tahapan sebagai persyaratan pembangunan itu umumnya berjalan lancar.

Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Zakimin. Ia menyatakan proses penyiapan izin dan pembebasan lahan sekitar berjalan sebagaimana mestinya.

“Cuma izin reklamasi aja yang belum bisa dituntaskan karena ada satu dan lain hal,” kata Zakimin di Kantor Bupati Natuna, Selasa (13/8).

Ia menjelaskan, surat dan draft izin reklamasi itu sudah disampaikan ke Provinsi Kepri sekitar dua minggu lalu. Hanya saja sampai saat ini belum ada respon.

“Surat sudah dimasukkan oleh Kementerian Perikanan ke provinsi. Kemarin kami coba cek, tapi belum ada respon apa pun karena Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan di provinsi belum ada. Biasanya sih urusan yang seperti ini langsung direspon, tapi apa boleh buat keadaanya memang begitu. Jadi kita coba tunggu dulu,” terang Zaki.

Ia menegaskan, proses penyelesaian tahap pra pembangunan pasar tersebut harus tuntas tahun ini sehingga langkah pembangunan selanjutnya berupa landclearing bisa dilaksanakan.

“Target kita urusan lokasi dan regulasi itu tahun ini harus selesai, karena tahun depan akan dilaksanalan pematangan lahan berupa reklamasi dan kegiatan lainnya di sisi darat. Maka kita berharap prasyarat-prasyarat ini segera dapat diselesaikan,” ungkapnya.

Sementara urusan lahan di sisi darat untuk pembangunan pasar itu dinyatakan tidak ada masalah karena lahan yang ada di sekitar lokasi pembangunan itu rata-rata milik Pemerintah Kabupaten Natuna.

“Di sisi darat lancar-lancar saja, paling urusannya alihfungsi aset. Jadi tak ada masalah kalau di darat,” pungkasnya.

Pasar Ikan Ranai dibangun menggunakan anggaran dana hibah dari Jepang sebesar Rp46 miliar yang disalurkan melalui APBN.(fat)

Comment

News Feed