by

Siswa SMAN 26 Batam Diajarkan Ilmu Berkurban

BATAM (HK) – Meski SMAN 26 Batam merupakan sekolah baru berdiri tahun ini, namun kegiatan siswa tak kalah dengan sekolah terdahulunya. Seperti pada hari Senin (12/8) pagi, mereka beramai-ramai mengadakan kegiatan kurban dengan menyembelih satu ekor kambing yang merupakan kurban dari Plt Kepala Sekolah SMAN 26 Batam, Midiyanto.

Prosesi pernyembelihan hewan kuran ini diawali dengan tausiah mendatangkan ustazd Wasis Rubianto yang mengupas sejarah dan hakekat berkurban di hari raya Idul Adha. Selanjutnya diteruskan dengan materi pembelajaran cara menyembelih, menguliti hingga membagi-bagi hewan kurban kepada rumah singgah, siswa kurang mampu, serta sisanya diolah bersama siswa dan guru.

Plt Kepala Sekolah SMAN 26 Batam, Midiyanto, ditemui disela-sela menyaksikan prosesi kurban dilakukan siswa yang dipandu ustazd dan beberapa orang tua, mernuturkan bahwa hakekatnya diadakan kurban disekolahnya itu guna memberikan pembelajaran kepada siswa di SMAN 26 Batam tentang tata cara menyembelih hewan kurban dengan baik dan benar sesuai syariat Islam.

“Saat kurban siswa memperhatikan cara memotong hewan kurban, menguliti, hingga menimbang dan membungkus daging kurban, untuk dibagikan kepada rumah singgah, dan siswa kurang mampu. Dengan memberikan pelajaran tatacara berkurban ini, selain ilmu syariat kurban, juga bisa menumbuhkan rasa empati siswa terhadap sesama, serta membangun kebersamaan, dan saling gotong royong sebagai Panitia Kurban,” ujar Midiyanto sambil diamini beberapa orang tua yang turut menyaksikan prosesi kurban ketika itu.

Menurutnya, bahwa kegiatan berkurban kali ini dijadikan motivasi bagi siswa kedepannya supaya peserta didik mau berkorban pada hari raya Idul Adha, dan akan dijadikan kegiatan rutin tahunan disekolahnya sebagai ajang pembelajaran, dan penguatan pendidikan karakter (PPK) sesuai tuntutan dari Kurukulum 2013 (K-13). Maka dari itu untuk kegiatan keagamaan ini Panitia langsung ditangani Pengurus Rohis dan melibatkan semua siswa.

“Kita guru sifatnya hanya mengawasi dan mengarahkan, kalau inisitif itu sepenuhnya diberikan kepada siswa sebagai modal tanggungjawab dan kemandirian,” jelasnya.

Meski kata Midiyanto jumlah hewan kurban hanya seekor kambing, namun hikmah dan ilmu yang didapat siswa cukup besar untuk bekal masa depan nantinya setelah siswa mampu berkurban ditengah-tengah masyarakat.

“Saya berharap melalui kegiatan kurban ini para siswa akan terbentuk menjadi individu yang lebih peduli dan peka terhadap lingkungannya. Selain menjadi siswa yang cerdas, juga dituntut untuk bertakwa dan memiliki jiwa peduli dengan lingkungan seperti visi dan misi dari SMAN 26 Batam ini,” ucapnya.

Diakuinya, bahwa sejauh ini siswa masih minim akan ilmu tata cara menyembelih hewan berkurban yang baik dan benar. Maka dari itu niatan sekolah menggelar kurban ini pada hari Senin ketika semua siswa masuk sekolah.

“Selain materi, juga praktek cara menyembelih hewan korban sangat penting. Karena nanti para siswa ini saat terjun di masyarakat ilmu yang didapat bisa bermanfaat, tak banyak masyarakat yang memahami dengan baik terkait materi penyembelihan hewan kurban. Oleh sebab itu siswa kita berikan pendidikan penyembelihan hewan kurban ini,” jelasnya lagi.(men)

Comment

News Feed