by

Polisi Belum Tetapkan Tersangka – Dugaan Kasus Rasis Bobby Jayanto

TANJUNGPINANG (HK)- Proses penyidikan dugaan kasus tindak pidana Ras dan Diskriminasi Etnis (Rasis) yang dilakukan Bobb Jayanto pada acara perayaan sembahyang keselamatan di Pelantar 2 Tanjungpinang sekitar dua bulan lalu masih berlanjut. Kendati demikian, hingga kini Polisi belum menetapkan tersangka kasus tersebut.

Bobby Jayanto, Ketua DPD Partai NasDem Kota Tanjungpinang ini telah dua kali datang memenuhi undangan penyidik untuk dilakukan pemeriksaan, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan ahli bahasa juga ahli pidana.

Selain itu, polisi juga telah melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang tanpa mencantumkan tersangkanya (no nime-red).

“Proses penyidikannya masih berlanjut dan belum ada penetapan tersangka,”kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie, Jumat (9/8).

Lebih lanjut, Alie belum bisa memberikan penjelasan terkait proses perkembangan dugaan kasus tersebut.

Diberitakan, dugaan Rasis dan diskriminasi etnis oleh Bobby Jayanto tersebut muncul pada saat ia berpidato dengan bahasa Tionghoa yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia, adanya dugaan penyebutan bahasa kulit hitam dan kulit putih pada kegiatan perayaan sembahyang keselamatan di Pelantar 2 Tanjungpinang.

Ucapan Bobby tersebut juga diduga berkaitan pencalegkan dirinya sebagai anggota DPRD Kepri sehingga ia dipilih oleh masyarakat pendukungnya pada Pemilu 2019 lalu. Ucapan Bobby itu juga dikabarkan sempat viral dibeberapa media sosial lokal, hingga akhirnya dilaporkan oleh beberapa LSM dan Oramas ke Mapolres Tanjungpinang. Laporan Polisi Nomor: LP-B/82/VI/2019/KEPRI/SPKT-Res TPI tanggal 11 Juni 2019 tersebut terkait perkataan Bobby yang diduga telah mengundang unsur sara.

Dugaan kasus Bobby itu sebelumnya sempat terekam video berdurasi sekitar 16 menit dan viral di media sosial Facebook dan Whatsaap. Video itu diketahui dalam bahasa Thionghoa.

Ucapan Bobby diduga melanggar unsur pidana Pasal 16 huruf (b) angka (2) UU RI Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.(nel)

Comment

News Feed