by

Tanah Kosong Jadi Lokasi Pembuangan

TANJUNGPINANG (HK)- Kurangnya bak penampungan sampah di sejumlah titik di Kota Tanjungpinang membuat banyaknya sampah yang berserakan di tanah kososng tepi jalan.

Terlepas dari perilaku masyarakat yang masih suka buang sampah sembarangan, hal ini menjadi sasaran pembuangan limbah rumah tangga dikarenakan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang kurang menyediakan bak sampah.

Salah satunya tumpukan sampah di sepanjang Jalan Garuda, kawasan Tobong Bata, Kelurahan Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Tidak saja menumpuk dan berbau tidak sedap, namun sampah-sampah terbungkus kantong plastik tersebut juga terlihat berserakan menutupi badan jalan.

eorang warga, Rinto mengatakan salah satu penyebab tumpukan sampah di kawasan tersebut karena tidak adanya bak penampungan sampah yang disediakan pemerintah daerah. Kondisi ini sudah sejak lama didambakan masyarakat di kawasan tersebut.

“Kita tidak tahu sampai kapan kondisi tumpukan sampah ini bisa teratasi oleh dinas terkait maua pun pemerintah daerah. Kami sangat mengharapkan adanya bak penampungan sampah, sepertinya layaknya di daerah lain, sehingga sampah bisa sedikit teratasi,” kata Rinto.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Kebersihan dan Pertanaman (Perkim KP) Kota Tanjungpinang, Amrialis, berencana tahun 2020 akan mengajukan 40 unit bak sampah.

“Kita rencanakan di tahun 2020 mendatang, kita mengajukan 40 unit bak sampah,” ujar Amrialis, Jumat (9/8).

Dikatakan Amrialis, dalam penyebarannya akan berkoordinasi dengan perangkat RT dan RW sehingga bak-bak sampah ini nantinya dapat tersebar di seluruh wilayah Tanjungpinang dengan baik.

“Kita juga akan meletakkan bak sampah ini di daerah-daerah pelantar yang saat ini masyarakat masih ada yang membuang sampah di laut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Walikota Tanjungpinang Syahrul juga menyebutkan Pemko Tanjungpinang akan bersinergi dengan stakeholder serta TNI-Polri untuk memberantas persoalan sampah. Jadi tidak hanya Dinas Perkim saja turun dan membahas persoalan ini.

“Masalah sampah ini adalah masalah dunia, tentunya di Indonesia sudah bicara tentang sampah. Jadi ini luar biasa,” jelasnya.

Menurutnya, yang penting ini kesadaran masyarakat, sehingga Ia mengimbau kebersihan adalah sebagian dari iman. Kalau masyarakat bisa mengimplentasikan itu, sehingga tak semudah itu mereka membuang sampah ke laut.

“Yang penting kita mengubah mindset masyarakat pentingnya menjaga lingkungan. Dinas Perkim secara bertahap akan membuat bak-bak sampah,” tutupnya.(rco)

Comment

News Feed