by

DKPP Analisa Dugaan Kelalaian KPU

BATAM (HK) – Ketua Majelis sidang DKPP, Ahmad Barga mengatakan pihaknya masih menganalisa dugaan adanya kelalaian dari pihak penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) di Kepri, sebagaimana diajukan oleh Caleg DPRD Kepri dari Dapil 4 (Batam Kota, Lubukbaja, Bengkong dan Batuampar), Syamsuri dan timnya.

“Kita sudah mendengar penjelasan semua pihak, dan kemudian kita minta kesimpulan masing-masing, nantinya kita analisa apakah ada pelanggaran etik, sepertinya halnya kelalaian yang merugikan orang lain,” ungkap Ahmad Barga ke awak media, usai sidang DKPP yang diajukan oleh Syamsuri, Jumat (9/8), di Gedung Serbaguna Mapolda Kepri.

Namun demikian, lanjutnya, sebelum menjatuhkan putusan, pihaknya akan mempelajari kesimpulan masing-masing pihak, setelah mendengarkan penjelasan masing-masing dalam sidang terbuka.

Sementara itu, Syamsuri melalui Tim Kuasa Hukumnya, Totok dan Juhrin Pasaribu mengatakan bahwa dari fakta persidangan terungkap adanya kelalaian dan perbuatan tidak profesional penyelenggara Pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri dan KPU Kota Batam.

Dimana menurutnya, pada pleno penetapan perolehan suara di KPU Provinsi dilakukan perbaikan yang tidak dasarkan pada dokumen dan data asli, tetapi hanya didasarkan pada soft copy data.

“Kita sayangkan dilakukan perbaikan atas intrupsi dari saksi partai, tetapi saat perbaikan data aslinya tidak dihadirkan tetapi hanya dalam bentuk soft copy,” ungkap Totok.

Menurutnya, ketika melakukan perubahan, maka seharusnya kembali ke data primer, yakni data atau dokumen awal.

“Atas kelalain ini, kami dirugikan waktu, pikiran dan materi, dan ini kesempatan hanya ada sekali dalam lima tahun,” ujarnya.

Secara garis besar, dalam petitum disampaikan pada perbuatan teradu (KPU Batam dan Kepri) telah menyebabkan kerugian bagi Caleg Syamsuri, yang mana pada pleno penetapan di tingkap KPU Batam dinyatakan sebagai pemenang dan berhak mendapat kursi dari partai PAN dengan perolehan 4.119 suara.

Namun pada pleno penetapan perolehan suara oleh KPU Provinsi Kepri di Hotel CK Tanjungpinang, suara Syamsuri berubah dari 4.119 menjadi 4.106 sementara suara Yudi Kurnaen menjadi 4.109 suara, sehingga kemudian ditetapkan pemenang kursi PAN adalah Yudi Kurnaen.

Masih di tempat yang sama, Ketua KPU Batam, Syahrul Huda mengaku akan memberikan kesimpulan ke DKPP paling lambat 5 hari kedepan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pada pleno tingkat KPU Batam ditetapkan peroleh suara terbanyak PAN dari Dapil 4 adalah Syamsuri.

“Kita pun bingun dimana kelalainnya, karena pleno kami menetapkan Syamsuri sebagai pemenang,” ungkapnya.

Terlebih menurutnya, pada perbaikan yang diajukan oleh saksi PAN tidak terjadi keberatan, sehingga kemudian atas rekomendasi dari KPU Provinsi Kepri dilakukan perbaikan dan lagi-lagi tidak ada keberatan.

Namun demikian, apapun putusan yang diambil DKPP, pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya. Pihaknya hanya memberikan klarifikasi dan juga kesimpulan sebagaimana yang dimintakan. (ays)

Comment

News Feed