by

Premium Menghilang, Kapal Angkut Tak Berlayar

ANAMBAS (HK) – Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium/bensin menghilang dari pasaran. Hal ini membuat para pemilik kendaraan bermotor roda dua dan speedbout kebingungan tudik bisa menjalankan kendaraannya.

“Tidak ada jual bensin lagi di pasar atau kios-kios penjual bensin. Entah sampai kapan. Kita cari kemana-mana pada kosong,” ujar Mulyadi selaku tukang ojek di Tarempa ketika ditemui, Jumat (9/8).

Menurutnya, bahw informasi didapat kapal pengangkut BBM tidak bisa berlayar ke Pertamina Anambas masih berada di Kabupaten Natuna diakibatkan keadaan cuaca gelombang tidak baik. Mestinya hal ini tidak terjadi, apabila Anambas memiliki Depo Pertamian untuk stok BBM.

“Kami masyarakatpun tidak mengerti kenapa Pertamina belum mau bangun Depo di Anambas. Jika di hitung provite ya tidak mengerti juga saya. Mudah-mudahan semua yang memiliki kewenangan kebijakan bisa membuat keputusan yang pro dengan kebutuhan masyarakat,” cetus dia.

Kata dia, Kabupaten Kepulauan Anambas sudah berjalan selama 11 tahun, namun masih saja tergantung dengan Kabupaten Induk yakni Natuna khususnya terkait Depo Pertamina. Jika di bangun di Anambas sudah tentu ketersedian BBM tidak putus di karenakan cuaca gelombang.

“Luas lautan lebih luas dari daratan. Kita sulit juga untuk menghindar terkait cuaca gelombang tinggi. Harus ada solusi yang baik untuk kepentingan masyarakat. Kami tidak tahu kapan ada minyak. Kalau tidak ada minyak, sudah tentu sepeda motor saya tidak bisa jalan. Tentu berdampak terhadap pendapatan ekonomi rumah tangga saya. Pusing saya mikirnya bang,” keluh dia.

Ia menambahkan, minyak bensin yang ia miliki hanya tersedia di dalam tangki kendaraan miliknya. Untuk satu atau dua hari kedepan kemungkinan akan cukup. Setelah itu ia tidak tahu lagi cara memperoleh minyak bensin tersebut.

“Pagi tadi ada yang buka antri minyak. Tapi saya tidak kebagian. Stok bensin yang di jual terbatas. Antrian panjang,” katanya.(yud)

Comment

News Feed