by

240 Warga Kepri Ikuti Seleksi Magang ke Jepang

BATAM (HK) – Setidaknya sebanyak 240 orang warga Provinsi Kepri akan mengikuti seleksi program magang ke Jepang tahun ini, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam.

Artinya, program magang ke Jepang itu cukup banyak diminati oleh Warga Batam dan Kepri, serta terbukti dengan banyaknya warga yang mendaftar ke Disnaker Batam.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti menmengungkapkan, hingga masa pendaftaran ditutup tanggal 31 Juli 2019 lalu, terdapat sekitar 240 orang warga yang sudah mendaftar, yang datang dari berbagai daerah di Kepri.

“Saat ini sudah terdaftar sebanyak 240 orang warga Batam dan Kepri, yang lolos mengikuti seleksi administrasi. Meskipun sebelumnya, mereka belum melengkapi Kartu Kuning serta SKCK, karena masa berlakunya habis,” ungkap Rudi Sakyakirti, Rabu (7/8) kemarin.

Namun, ujar Kadisnaker, karena ini tahap awal program magang ke Jepang ini melalui Batam para pendaftar itu kami hubungi satu persatu, untuk melengkapinya.

“Alhamdulillah, kini semua sudah lengkap dan tinggal menunggu seleksi selanjutnya di bulan September mendatang. Yaitu untuk mengikuti tes fisik, matematika dan program pemagang, dilakukan pihak Kementerian yang datang dari Jakarta dan alumni pemagang Jepang,” papar Rudi Sakyakirti.

Untuk tes fisik, ucapnya, sebaiknya juga harus mempersiapkan latihan fisik seperti lari, push up, sit up, dan jangan lupa belajar matematika dan program pemagangan

Menurut Rudi, kini Batam satu-satunya daerah ditingkat II yang ditunjuk Kementerian sebagai lokasi rekrutmen program magang ke Jepang.

“Di daerah lain, rekrutmen dilakukan di tingkat provinsi. Untuk Pemprov Kepri kemarin sudah lakukan proses rekrutmen itu serta yang lulus hanya 17 orang. Sekarang, kami yang diminta untuk melakukan perekrutan di Kepri,” ungkap Kadisnaker Batam ini, secara khusus.

Rudi menjelaskan, pemagangan ke Jepang ini merupakan satu kegiatan Kementerian Tenaga Kerja RI. Sehingga pemerintah di daerah hanya ditugaskan untuk merekrut para calon peserta magang.

“Tidak ada pembatasan kuota untuk peserta magang ini. Namun Kemenaker menargetkan para pemagang dari Batam dan Kepri minimal berjumlah 30 orang,” terangnya.

Nantinya, imbuh Rudi, calon pemagang yang lulus tes itu akan ditempatkan sesuai dengan latarbelakang pendidikannya serta sertifikasi yang dimiliki.

“Program pemagangan ini mencakup hampir semua sektor. Misalnya, jika dia lulusan SMK teknik mesin, sektornya nanti di bidang yang sama. Begitupun halnya dengan lulusan SMK lainnya,” pungkas Kadisnaker Batam ini.

Sementara itu, Kabid Program Pelatihan Dinas Tenaga Kerja Batam, Maryulis menambahkan bahwa sejak 1993, pihak Kemnaker telah bekerja sama dengan IM Jepang dari beberapa bidang magang. Seperti manufakturing dipengecoran, pengelasan, pemasangan alat kontruksi, serta pengolahan makanan ikan, dan masih banyak lagi lainnya.

“Tahap awal, untuk magang di Jepang selama 3 tahun. Para pemagang, tentu mendapatkan sertifikat keahlian setelahnya serta upah yang sesuai standar di Jepang,” kata Maryulis.

Selain itu imbuhnya, para pemagang juga akan mendapatkan banyak pengalaman bekerja luar negeri, atas keahlian yang dimilikinya.

“Lantaran mereka akan dididik menjadi pribadi yang tangguh, serta selalu optimistis terhadap tantangan kerjaan di masa yang akan datang,” ungkap Maryulis.

Tidak hanya itu, ucapnya, para pemagang juga mendapatkan asuransi kesehatan, kecelakaan kerja dan kematian, dengan monitor rutin oleh pihak IM Jepang.

“Selama magang, mereka tentu mendapatkan fasilitas sebagaimana mestinya. Yaitu, seperti tempat tinggal, fasilitas memasak, trasportasi dan tunjangan yang sangat memadai,” ungkap Maryulis.

Yang terpenting, ujarnya, para pemagang juga akan mendapatkan tunjangan yang akan diterima setiap bulannya.

“Contoh, untuk bulan pertama pemagang akan mendapatkan uang sebesar 80 ribu Yen, atau Rp10,5 juta (kurs 1 Yen = Rp 131) bulan kedua hingga bulan ke 12, sipemagang mendapatkan 90 ribu Yen atau Rp11,8 juta perbulannya,” ujar Maryulis.

Kemudian, tahun ke 2 atau bulan ke 13 hingga 24 akan mendapatkan 95 ribu Yen ataupun Rp12,5 juta, paparnya lagi.

“Sedangkan pada tahun ke-3, para pemagang akan mendapatkan 100 ribu Yen atau Rp 13,1 juta,” jelasnya.

Kemudian, ungkapnya, kepada para pemagang yang berhasil menyelesaikan program magang selama 3 tahun, akan mendapatkan tunjangan modal untuk usaha mandiri sebesar 600 ribu Yen atau Rp 79 juta.

“Artinya apa, kalau pandai berhemat dan teruji dalam kemampuan diri tentunya akan menjadi modal usaha sendiri apabila sudah kembali ke Indonesia,” pungkasnya. (vnr)

Comment

News Feed