by

BUMN Disarankan Perkuat Tata Kelola #Untuk Mencegah Terjadinya Kebangkrutan

JAKARTA (HK) – Pengamat ekonomi Institute for Development of Economis and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, menyarankan agar BUMN dan BUMD memperkuat tata kelola perusahaan untuk mencegah terjadinya kebangkrutan akibat adanya korupsi. “Saya menyarankan yang pertama harus memperkuat integritas, dalam hal ini BUMN dan BUMD harus memperkuat tata kelola perusahaannya atau corporate governance. Guna mengahindari terjadinya korupsi dan kebangkrutan,” ujar Bhima kepada di Jakarta, Kamis kemarin.

Dia menambahkan baik BUMN maupun BUMD harus bekerja sama lebih intens dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan demikian sebelum adanya kejadian atau kasus korupsi terdapat upaya-upaya preventif yang lebih banyak. Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap lima pejabat Direksi Angkasa Pura II, Kamis (1/8) dini hari.

KPK mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp1 miliar dalam pecahan dolar Singapura dari direksi Angkasa Pura II. KPK telah mengkonfirmasi adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis dini hari, kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. “Setelah informasi dari masyarakat kami telusuri dan cek kondisi lapangan, ditemukan bukti-bukti awal bahwa telah terjadi transaksi antara dua pihak dari BUMN,” katanya.

Diduga telah terjadi penyerahan uang untuk salah satu Direksi di PT Angkasa Pura II terkait dengan proyek yang dikerjakan oleh PT INTI. Tim KPK telah mengamankan setidaknya lima orang yang terdiri dari unsur Direksi PT AP II, pihak dari PT INTI dan pegawai masing-masing BUMN yang terkait. Sebagian pihak yang diamankan telah berada di kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku, maka KPK akan memaksimalkan waktu 24 jam ini sebelum menentukan status hukum perkara selanjutnya. (ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed