by

Ranai Terancam Minus Air Baku

NATUNA (HK)- Ranai, ibu kota Kabupaten Natuna hingga saat ini masih bermasalah dengan air bersih (air baku). Persoalan ini disebabkan tidak adanya sarana pengelolaan air yang memadai.

Direktur PDAM Tirta Nusa Natuna, Hendro mengakui hingga saat ini debet air di Ranai dan sekitarnya masih fluktuatif, karena air di wilayah ini bergantung pada tadah hujan. Artinya apabila hujan turun, kuantitas air naik dan bila tidak ada hujan turun jumlahnya merosot.

“Kondosi air masih seperti semula, besar kecilnya tergantung tadah hujan,” kata Hendro di tempat kerjanya, Selasa (30/7) melalui telepon.

Ia menjelaskan, debet air per hari ini sekitar 75 liter per detik. Angka ini disebutnya lumayan jika
dibandingkan pada hari-hari sebelum turun hujan yang hanya mencapai angka 35 liter per detik. Sementara keperluan air bersih untuk warga Kota Ranai dan sekitarnya sebanyak 91 liter perdetik.

Dengan kondisi ini, pihaknya telah mengusulkan dua kegiatan kepada Pemerintah Kabupaten Natuna yakni Pembenahan Intek dan pembangunan sarana koogulan (penjernih air).

“Kalau Intek yang ada sekarang ini bisa dibenahi debet air kita bisa bertambah hingga 10 persen sehingga kalau di musim hujan, debet air kita bisa-bisa sampai 100 lebih liter perdetik. Cukuplah untuk keperluan warga dengan jumlah penduduk seperti saat ini sambil menunggu bendungan yang sudah direncanakan oleh pemerintah itu. Dan koogulan itu nanti membuat air kita lebih berkualitas,” terangnya.

Ia memastikan, ketersediaan air bersih di Kota Ranai tidak akan pernah bisa mengalami surplus sebelum bendungannya belum ada.

Keberadaan bendungan itu dinilainya cukup mendesak untuk mengimbangi keperluan masyatakat sekaligus mengimbangi pertumbuhan penduduk yang kiat pesat.

“Kita tidak akan pernah surplus air sebelum bendungan itu ada. Kalau sekedar cukup, kadang-kadang kita cukup air dan tidak jarang minus,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah segera bisa mewujudkan bendungan yang sudah direncanakannya itu, karena persoalan air tidak hanya pada masalah jaringan tapi juga debet air.

“Bendungan itu urusan pemerintah. Kami berharap itu segera bisa terwujud, karena salah satu persoalan kita adalah debet air,” ujarnya.(fat)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed