by

Siswandi: Rencana Jadi Bupati itu Ada

NATUNA (HK)- Perbincangan mengenai kandidat calon bupati dan wakil bupati Natuna pada Pilkada 2020 mendatang sudah ramai diperbincangkan masyarakat. Berbagai nama santer bermunculan sebagai bahan diskusi dan obrolan.

Nama-nama itu muncul dengan berbagai latar belakangnya. Ada yang dari kalangan polisitisi, birokrat, pengusaha hingga kalangan media massa.

Salah satu nama yang santer muncul belakangan ini muncul ke permukaan adalah nama Wan Siswandi. Pria ini berlatar belakang birokrasi yang mana pada kesehariannya menjabat sebagai Sekda Kabupaten Natuna.

Menanggapi kabar dan obrolan prihal itu, Siswandi secara blak-blakan menyampaikan kepada sejumlah wartawan tentang dirinya yang senter dikabarkan bakal mengikuti kontestasi kursi Natuna 1 pada Pilkada mendatang. Ia pun tidak membantah kabar dan obrolan tentang dirinya itu.

“Betul, cakap orang memang banyak saya dengar begitu. Tapi bagaimana dengan cakap saya,” tanyanya sambil tersenyum kepada sejumlah wartawan yang mendaulatnya di ruang kerjanya itu, kemarin.

Di sepanjang durasi obrolannya itu, ia juga tidak membantah bila rencananya untuk mencalonkan diri jadi bupati itu memang ada dalam dirinya.

Rencana ini berangkat dari signs of election (tanda-tanda keterpilihan) yang telah nampak di hadapannya. Tanda-tanda ini bermula dari pengalamannya berkecimpung di kancah pemerintahan, dorongan masyarakat, dukungan tokoh-tokoh, keberpihakan sebuah Parpol dan lain sebagainya.

“Menurut saya, untuk mencalonkan diri jadi bupati syarat-syaratnya harus lengkap. Dan sekarang yang belum nampak itu ongkosnya. Saya tidak mungkin berbuat yang tidak-tidak untuk mencari operasional politik. Atau apa saya perlu jual rumah untuk itu,” selorohnya lagi terbahak-bahak.

Dengan demikian ia mengaku di atas rencana itu ada berbagai pertimbangan yang harus disikapi dan diselesaikan dengan bijaksana.

Seperti halnya ketersediaan finansial sebagai operasional politiknya seperti yang telah disebutkan di atas.

“Saya juga kan sepuluh tahun lagi baru pensiun dari PNS. Ini juga pertimbangan yang harus dikelola matang-matang. Saya tidak mau jadi orang yang thuulul amal (panjang angan-angan). saya juga harus realistis dalam bersikap dan bertindak,” tegasnya.

Baginya menjadi bupati adalah nasib. Yang mana ketentuan Allah SWT, Tuhan Mang Maha Menentukan berperan besar juga di situ. Tapi nasib model ini adalah nasib yang perlu dijemput dan diperjuangkan karena ketentuan Tuhan pada hal semcam ini juga digantungkan pada upaya masing-masing calon kontestan.

“Singkatnya, siapa pun boleh berencana jadi Bupati, termasuk saya. Tapi bagaimana dengan rencana Allah kita tidak ada yang tahu, ketentuan itu ada di tangan-Nya, Dia Maha Mengetahui siapa yang pantas dan siapa yang paling pantas jadi Bupati Natuna periode mendatang. Maka bagi saya sekarang jalani saja, sambil berusaha memperbaiki diri dan menyiapkan segala sesuatu menghadapai hari depan,” pungkasnya.(fat)

Comment

News Feed