by

Sebagian Siswa SMAN 23 Numpang Belajar

BATUAJI (HK) – Keterbatasan ruang belajar pasca proses Penerimaan Peserta Dididik Baru (PPDB) sistem zonasi diberlakukan, menjadi persoalan tersendiri bagi sejumlah sekolah negeri di Batam. Salah satunya SMAN 23 Batam yang berlokasi di Taman Lestari, Batuaji.

Karena keterbatasan ruangan, sebagian siswa di SMAN 23 Batam ini terpaksas menumpang di dua sekolah yang terdekat dari lokasi mereka, yakni SMAN 5 Batam dan SDN 005 Batuaji.

Memang diketahui bahwa untuk jenjang SMAN seperti di SMAN 23 Kelurahan Kibing, Batuaji merupakan satu-satunya yang berada di kecamatan Batuaji.

Kepala Sekolah SMAN 23 Batam, Sarimin Adang menuturkan, jika kegiatan belajar-mengajar baru berjalan minggu pertama. Sebelumnya tanggal 15 sampai 20 kegiatan MPLS dan pembagian kelas.

Oleh karena itu, pembagian kelas untuk kelas X sebanyak 8 kelas diantaranya 4 kelas jurusan IPA dan 4 kelas jurusan IPS, yang diisi perkelasnya antara 36 orang hingga dan 37 siswa. Dan total siswa kelas X sebanyak 293 siswa.

“Untuk sementara kelas X masih numpang belajar di SMAN 5 Batam dan SDN 005 Batuaji,” ungkapnya.

Diakuia, memang kondisi tersebut dikarenakan gedung sekolah yang belum bisa mengakomodir jumlah siswa kelas X tersebut. Yang kondisi gedung sekolah hanya memiliki 3 ruangan, dimana satu ruangan diperuntukan majelis guru.

“Jadi, saat ini kelas XI IPA dan IPS yang belajar di gedung sekolah. 2 gedung untuk kelas IPS dengan masuk pagi, sedangkan untuk kelas IPA masuk siang,”katanya.

Kemudian, sambungnya, untuk siswa kelas X menumpang di SMAN 5 adalah jurusan IPS, dibagi 2 shift belajar, dimana dua kelas untuk masuk pagi dan dua kelas untuk masuk siangnya. Sedangkan, jurusan kelas X IPA menumpang di SDN 005 sebanyak 4 rombongan belajar.

“Memang keterbatasan ruang kelas in, bisa dibilang guru cukup kewalahan untuk mengajar. Apalagi mengingat jarak dan waktu, jadi guru membagi jadwal di tiga sekola seperti di SMAN 23, SMAN5 dan SDN 005 tersebut,” katanya lagi.

Masih katanya, memang dengan jumlah tenaga pengajar 20 orang tentu menjadi tantangan tersendiri membagi jadwal saat ditanya mengenai buku pelajaran. Sebab, saat ini buku pelajaran masih di perpustakaan SMAN 5 Batam.

Oleh karna itu, Kepala sekolah itu hanya berharap kedepannya jika ruang kelas agar bisa di satu lokasi sekolah SMAN 23 saja supaya mudah terpantau dan kegiatan belajar mengajar bisa kondusif.

“Memang perlu ditambahkan lagi untuk kedepannya. Hal ini untuk mengakomodir jam belajar. Tapi masih proses mengajukan ke Disdik provinsi Kepri,” katanya. (ded)

Comment

News Feed