by

Bapenda Himbau Masyarakat Bayar PBB-P2 Sebelum Jatuh Tempo

KARIMUN (HK) – Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun melalui Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Karimun mengingatkan masyarakat untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), karena batas akhir pembayaran jatuh pada 30 September mendatang.

“Kami mengingatkan kepada wajib pajak yang sudah memiliki Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB P2 untuk segera melunasi sebelum jatuh tempo pada 30 September nanti. Ini untuk menghindari denda, jika lewat batas waktu tersebut, maka akan dikenakan denda sebesar 2 persen pada WP ,” ucap Kamarulazi, S. Sos, M.Si, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Karimun, di ruang kerjanya, Kamis (25/7).

Kamarulazi menyampaikan, bagi masyarakat yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi dan atau memperoleh manfaat atas bumi, memiliki menguasai, memperoleh manfaat atas bangunan, baik sebidang maupun beberapa bidang tanah diminta segera melaporkan ke Bidang PBB dan BPHTB BAPENDA Kabupaten Karimun untuk ditetapkan sebagai objek pajak PBB-P2.

“Bagi Wajib Pajak yang belum menerima SPPT PBB P2 tahun 2019 dapat menghubungi atau ke UPPT kita yang sudah tersebar di 12 wilayah Kecamatan atau langsung ke BAPENDA. Sementara untuk pembayaran bisa langsung ke Bank atau kantor pos,” ungkapnya.

Kamarulazi juga mengingatkan para para camat, lurah/kepala desa diminta untuk berperan serta memantau petugas PBB-P2 Kelurahan/desa atau RT dilingkungan setempat dalam penyampaian SPPT PBB P2 kepada wajib pajak sehingga SPPT PBB-P2 segera tersampaikan.

“Bagi masyarakat yang belum menerima SPPT PBB-P2 diharapkan melaporkan ke petugas Penyampai yang ada di masing-masing kelurahan atau boleh langsung melaporkan ke Bidang PBB dan BPHTB Bapenda Kabupaten Karimun,” jelas Kamarulazi.

Lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan data Tahun 2017 target perolehan pajak PBB P2 mampu melampaui target. Yakni Rp5 Miliar lebih dari Rp4,5 Miliar yang ditargetkan. Angka tersebut diperoleh dari 70.000 wajib pajak. Sedangkan di tahun 2019 ini target pencapaian pajak PBB P2 ditarget Rp 7 Milyar.

“Kita optimis di sisa 2 bulan terakhir ini, pajak PBB P2 akan meningkat dan bisa menembus angka Rp7 miliar. Karena penerimaan pajak tidak bisa kita patok atau ukur dengan pembagian bulan, karena berbeda-beda,” sambungnya.

Kamarulazi juga menyampaikan untuk meningkatkan potensi dari pajak PBB P2 , pada tahun 2019 Bapenda turut menggandeng Disdukcapil untuk membantu memberikan akses alamat wajib pajak. “Kita mulai tahun ini, jadi nanti akan dipermudah dalam pencarian domisili wajib pajak tersebut,” katanya.(hhp)

Comment

News Feed