by

88 Unit Lapak di Simpang Hutatap Dirobohkan Tim Terpadu

SAGULUNG (HK) – Tim terpadu yang tergabung dengan Polisi, TNI, BP Batam dan Satpol PP Kota Batam melakukan penertiban sebanyak 88 kios atau lapak yang berada di simpang Hutatap hingga ke Mandalay, Sagulung, Kamis (25/7/2019).

Penertiban itu tanpa ada perlawanan dari para pedagang. Sebelumnya juga sebagian pedagang sudah membongkar lapaknya masing-masing, Rabu (24/7/2019) kemarin siang.

Penertiban lapak atau kios liar tersebut menggunakan 1 unit alat berat beko dari dinas Bina Marga kota Batam. Para pedagang pun hanya bisa pasrah dan melihat kiosnya dirobohkan. Penertiban tersebut jadi sempat tontonan warga sekitar dan pengguna jalan.

Camat Sagulung, Reza Khadafy mengatakan, penertiban para pedagang tersebut untuk meminimalisir atau mengatasi adanya banjir di daerah itu. Sebelumnya ucap Reza, dilakukan penertiban pihaknya pun sudah mensosialisasikan dan memberikan surat teguran untuk dikosongkan. Penertiban itu juga merupakan program pemerintah kota Batam untuk melakukan pembangunan di Sagulung.

“Saya paham apa yang dirasakan masyarakat atau pedagang ini. Tapi karna untuk meningkatkan pembangunan di Sagulung ini, warga juga harus paham dengan program tersebut,” paparnya.

Masih kata Reza, apabila pedagang tersebut kesal karna tak ada ganti rugi. Hal itu yang wajar. Sebab jika di lahan pemerintah memang tak ada ganti rugi. Lagian para pedagang disana sudah mencapai 10 tahunan untuk berdagang atau menyambung hidup.

Jadi, saat lahan tersebut digunakan untuk pembangunan, dengan secara terpaksa warga pun harus pindah dari lokasi itu.

“Memang kalau dari pemerintah tak ada ganti ruginya. Lagian pedagang disana pun harus pindah. Karena sudah diberikan tempo 10 tahunan untuk berdagang, jadi sudah saatnya mereka pindah untuk pembangunan ini,” terangnya. (ded)

Comment

News Feed