by

BC Batam Bantah BB Limbah B3 Berkurang

BATAM (HK) – Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam Susila Brata, membantah keberadaan Limbah B3 dalam sejumlah kontainer sudah berkurang dari tempat penyimpanan sementara, sebelum dikembalikan (direekspor) ke negara asalnya.

“Hal itu sebagaimana yang sudah disampaikan oleh anggota DPR RI, Desmond J Mahesa saat melakukan kunjungan serta pemeriksaan atas sampah ataupun limbah plastik B3 tersebut ke awak media, Selasa (23/7) pagi, di Pelabuhan Makobar Batuampar,” sebut Susila Brata, yang didampingi Kabid BKLI, serta Humas KPU BC Batam, Sumarna, Rabu (24/7) siang.

Sehingga, ungkapnya, apa yang disampaikan dan sudah menjadi sebuah pemberitaan dari media masa itu menjadi informasi yang salah, karena tidak sesuai dengan faktanya.

“Kami jelaskan, faktanya limbah tersebut tidak ada yang hilang maupun berkurang. Lantaran, dari awal proses penanganan temuan limbah plastik mengandung B3 tersebut, telah sesuai dengan prosedur yang benar,” ungkap Susila.

Dan berkaitan dengan pemberitaan mengenai berkurangnya volume plastik scrap, dari salah satu kontainer pada saat dilakukan kunjungan lapangan anggota Komisi III DPR-RI, ucapnya,
KPU Bea Cukai Batam menyampaikan hal-hal sebagai berikut.

“Kami, KPU Bea Cukai Batam menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada para anggota dewan sudah menyaksikan langsung maupun memberikan atensi terhadap penanganan dipermasalahan sampah plastik di Batam,” ucap Susila Brata.

Kegiatan pemeriksaan terhadap plastik scrap, sebut Susila, dilakukan bersama para pejabat dari beberapa instansi terkait tersebut sudah dilakukan sesuai prosedur pemeriksaan fisik, yang disaksikan banyak pihak.

“Pembukaan dan pemeriksaan limbah plastik mengandung B3 itu dihadiri Kemenko Bidang Kemaritiman, Kementerian Perindustrian, dan
Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan.
Kemudian, Kementerian Perdagangan, Dinas
Lingkungan Hidup Batam, KSO Sucofindo dan Surveyor Indonesia,” paparnya.

Kemudian, imbuhnya, didahului dengan suatu pengecekan keutuhan terkait segel pelayaran, dan dilanjutkan dengan pembukaan segel itu.

“Pembukaan segel pelayaran disaksikan oleh pemilik barang atau perwakilannya, kemudian
dengan pengambilan foto, terhadap kontainer sebelum dibuka maupun setelah dibuka,” kata Kepala Kantor BC Batam.

Sedangkan untuk pengambilan barang contoh terangnya, dilakukan oleh pejabat lingkungan hidup, yang kemudian menutup dan menyegel kembali kontainer tersebut disaksikan semua pihak, termasuk Polda Kepri dan Kejari Kepri.

“Dibuatkan berita acara pemeriksaan bersama dan ditanda-tangani oleh seluruh pejabat dari instansi yang melakukan pemeriksaan terkait dari pembukaan segelan barang bukti limbah,” papar Susila Brata, dengan tegas.

Maka, ucapnya, selama pemeriksaan sampai dengan sekarang ini kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Polda Kepri untuk pendampingan.

“Kondisi terakhir disaat kontainer dibuka untuk bisa disaksikan oleh anggota Komisi III DPR-RI adalah sama, dengan kondisi kontainer ketika pertama kali dibuka dan disaksikan beberapa instansi pada saat pemeriksaan bersama itu,”

Artinya, ungkapnya, dimana kontainer tersebut memang terdapat rongga. Hal ini dapat dilihat pada perbandingan di foto-foto sebagai suatu
perbandingan. “Sehingga tak ada alasan pihak yang mengatakan bahwa limbah plastik telah hilang maupun berkurang,” ucap Susila Brata, sambil menunjukan bukti foto saat kunjungan anggota DPR RI Komisi III tersebut.

“Maka dengan demikian bisa kami sampaikan bahwa tak terjadi perubahan dari isi kontainer pada saat barang tersebut diperiksa, maupun beberapa instansi terkait dengan isi kontainer pada saat dilakukan kunjungan oleh anggota Komisi III DPR-RI,” imbuhnya.

Untuk pelaksanaan kegiatan reekspor limbah plastik, tukas Susila Brata, akan kami lakukan setelah berkoordinasi dengan instansi terkait. “Sehingga tidak ada penundaan reekspor lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, pihak Anggota DPR RI Komisi III, Desmond j Mahesa mengatakan kaget, ketika melakukan pemeriksaan terhadap kontainer limbah plastik B3 tersebut dan ternyata isinya sudah banyak yang hilang maupun berkurang.

“Kontainer yang dibuka Bea Cukai itu milik PT Royal, yang disaksikan oleh rombongan serta awak media massa. Ternyata, setelah dibuka isi dalam kontainer sudah banyak yang hilang dan berkurang,” kata Desmond, Selasa (23/07) pagi kemaren, di Pelabuhan Batuampar.

Begitu juga terhadap ketiga kontainer lainnya milik PT Royal, ungkapnya, juga terlihat pada bagian sudut kanan kontainer itu ada bagian kosong dan jauh berkurang.

“Aneh kok ada yang hilang. Sehingga isi dalam kontainer berisikan limbah plastik B3 ada yang berkurang,” kata Desmond melihat dari kondisi kontainer kontainer tersebut.

Menyaksikan kenyataan tersebut, tampak dari beberapa Anggota DPR-RI dan rombongan lain juga bereaksi. Desmond yang berada di bagian depan langsung meminta penyidik Polri untuk mengetahui hal tersebut.

“Penyidik Polri mana. Tolong perhatikan disini, karena kok ada isi kontainer limbah plastik ini yang hilang serta berkurang. Padahal, segera direekspor ke negara asalnya,” ujar Desmond.

Sebagaimana telah diketahui sebelumnya, dari 65 kontainer sampah plastik yang diimport ke Batam ternyata sudah ditemukan sebanyak 49
kontainer yang bermasalah atau mengandung limbah B3. Sehingga harus segera direekspor.

“Ironisnya, sebelum dikembalikan (direekspor) ke negara asalnya, kami temukan suatu fakta yang mengejutkan. Yaitu, adanya isi kontainer limbah plastik B3 yang sudah hilang, maupun berkurang,” tandas Anggota Komisi III DPR RI.

Sebelum mengunjungi Pelabuhan Batuampar rombongan anggota parlemen pusat tersebut di sambut Kapolda Kepri, di Gedung Lancang Nongsa, dengan mempersembahkan kegiatan seremonial dan Tarian Persembahan Melayu.
(vnr).

Comment

News Feed