by

APPHN Demo SPPD Fiktif Maryamah *Kejari Minta Sabar

NATUNA (HK)- Puluhan masyarakat dari Aliansi Pemuda Peduli Hukum Natuna (APPHN) berdemonstrasi di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna, Selasa (23/7). Aksi ini berjalan damai dan lancar.

Mereka mendesak instansi itu segera mengusut tuntas dugaan kasus dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif yang diduga melibatkan seorang oknum pegawai di Pemkab Natuna atas nama Maryamah.

Para pendemo melakukan longmarch dari simpang Jalan Soebrantas dan Jalan Pramuka, Ranai. Selain menyampaikan orasi, mereka juga membawa sepanduk dan pumflat yang bertuliskan dukungan dan desakan prihal penanganan kasus yang belakangan ini sudah ditangani Kejaksaan.

Tiga orang orator silih berganti menyampaikan tuntutannya. Mereka menuntuk kejaksaan agar dapat menggesa penanganan kasus itu, meminta agar penanganannya dilakukan secara transparan dan meminta kejaksaan mengusut tuntas seluruh kasus korupsi dan kasus lainnya di Natuna.

“Kami datang dengan damai untuk mendukung kejaksaan dalam pengusutan kasus Maryamah. Kami minta kasus ini segera dituntaskan. Kejaksaan harus bertindak tegas terhadap kasus ini, termasuk oknum yang diduga terlibat di dalamnya. Bila dia bersalah, perlakukan dia sebagai orang yang salah dan bila dia benar perlakukan dia sebagai orang yang benar,” tegas Ardani Putra selaku orator demo.

Mereka juga mendesak agar Kajari Natuna, Juli Isnur bisa menemuinya pendemo di gerbang Kantor Kejari untuk berdialog mengenai tuntutan mereka.

Sayang, hingga pendemo membubarkan diri, Kajari Natuna Isnur tak kunjung menemui mereka karena dikabarkan yang bersangkutan sedang tidak berada di Ranai.

“Pak Kajari tolong hargai kami juga. Kami datang untuk mendukung kerja bapak. Semulanya Senin kemarin kami datang kemari karena kami sudah dapat izin dari kepolisian, tapi kami maklum dan menghargai kejaksaan karena ada acara, maka kami datang kemari hari ini. Tolong temui kami,” tuntut Muhammad Karfi orator lainnya seraya disambut kata “setuju” dari para demonstran.

Setelah puluhan menit melakukan orasi, mereka baru ditemui oleh tim Kejari Natuna dalam hal ini Kasi Pidsus, Kasi Intel, Kasi Pidum dan Kasidatun. Tim jaksa pun meminta kepada para demonstran agar bisa bersabar menunggu porses itu kelar.

“Penanganan perkara ini sedang berlangsung sesuai dengan proses hukum. Kami mohon bapak-bapak bersabar,” singkat kasi Pidum Kejari Natuna, Mu’in.

Demonstran mengaku tidak puas mendengar jawaban tersebut karena mereka hendak mendapatkan jawaban tegas secara langsung dari Kajari Natuna.

“Segera setelah ini kami menuju Polres untuk meminta izin kembali menggelar aksi pada hari Jumaat minggu ini. Kami ingin mendengar jawaban langsung dari Pak Kajari sebagai pemegang kebijakan di Kejari Natuna,” tandasnya seraya mengudurkan diri aecara tertib sambil mendendangkan lagu-lagu perjuangan Indonesia.

Aksi yang berlangsung sekitar 1 jam ini dikawal oleh puluhan personil dari Polres Natuna dan dibantu oleh tim keamanan Kejari Natuna.(fat)

Comment

News Feed