by

Dua Residivis Pencurian Resahkan Warga Sagulung

SAGULUNG (HK) — Dua residivis kasus pencurian yang kerap beraksi di wilayah hukum Sagulung, masing-masing tersangka tersebut Ali (37) dan Ririn (29) diringkus oleh tim opsnal Polsek Sagulung, Kamis (18/7) lalu, setelah dua pekan diburu.

Diketahui, Ali dan Ririn sudah pernah masuk penjara dengan kasus yang sama. Kedua pelaku kembali dibekuk karena kembali beraksi di sejumlah tempat kejadian perkara (tkp) dan meresahkan masyarakat.

Kepada awak media, Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto bersama kanit Reskrim Iptu Supardi mengatakan, untuk penangkapan kedua pelaku ini bermula dari laporan korban, yang tak lain seorang pemilik showroom motor di kawasan SP Palza, Sagulung, pada 25 Juni lalu.

Kemudian, di dalam lapornanya, korban mengaku kehilangan tas berisi 5 unit BPKB motor, 1 ponsel dan uang Rp100 ribu.

“Kedua pelaku ini bereaksi dengan memamfaatkan kelengahan korban, sebab saat itu korban sedang membersihkan motor di showroom,” ucapnya.

Setelah dilakukan pengembangan, tim nya pun berhasil mengamankan dua pelaku tersebut. Dari tangan mereka diamankan 8 ponsel, 1 jam tangan seharga Rp15 juta, 2 cicin serta tas berisi 5 BPKB motor

“Dalam pengembangan ini, kami menemukan petunjuk baru atas laporan kasus pencurian yang lain,” tegas Riyanto saat gelar espos, Senin (22/7) siang.

Dijelaskan, bahwa setelah bereaksi dari lokasi showroom tersebut, kemudian kedua pelaku pun kembali melancarkan aksinya pada Minggu (30/6) lalu. Waktu kejadian itu, korban lainnya pun mengaku telah kehilangan tas berisi jam tangan seharga Rp15 juta, 1 ponsel serta 2 cincin.

“Semua barang bukti yang kami amankan itu ada pelapornya. Nah, saat itulah pelaku mengaku telah mencuri di TKP lain,” beber Riyanto

Menurut pengakuan pelaku, mereka sudah mencuri di 4 TKP berbeda. Tapi yang ada laporannya hanya dua saja. Namun menurut Riyanto, pelaku ini sudah melakukan lebih dari 4 TKP, sebab pelaku memiliki banyak ponsel.

“Inilah yang masih di dalami lagi, kami tak butuh pengakuan, namun bukti yang kami perkuat,” ujarnya.

Untuk melakukan aksinya, masih dengan Riyanto, dua pelaku berbagi tugas yakni Ririn bekerja sebagai joki dan standy diatas motor, sedangkan Ali pun berperan sebagai eksekutor.

“Jadi, intinya jika korban lengah, maka barangnya akan lenyap, itu prinsip kedua pelaku ini. Bahkan, sebelumnya juga mereka ini sudah pernah masuk penjara dengan kasus yang serupa,” tutup Riyanto.

Atas perbuatannya, kedua pelaku itu pun dikenakan Pasal 363 KUPH tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara.

Sementara, Ali pun mengaku terpaksa mencuri lantaran tak ada kerjaan lagi. Pria yang masih lajang itu pun hanya mengharapkan hasil kejahatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

“Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari. Hasil kejahatan itu akan kami bagi dua, sebab kami tak bekerja,” tutupnya sambil digiring menuju sel tahanan. (ded)

Comment

News Feed