by

Rudi Bingung Tentukan Titik Jalan Tol Batam

BATAM (HK) – Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan bahwa Kota Batam sudah diberikan anggaran untuk pembuatan jalan tol dan uangnya sudah ada, namun titik tempat untuk jalan tol itu saat ini masih jadi masalah.

“Dimana mau kita bikin jalan tol itu, saat ini dananya sudah ada, tapi kita binggung untuk tempatnya,” ujar Rudi dalam sambutannya pada pembukaan event Kepri Syariah dan Halal Festival (Syahfest) 2019 yang digelar oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, di lapangan Engku Putri Batam Centre, Sabtu (20/7).

Lanjutnya, kebingungan itu karena dari dulu di Batam tidak ada terencana pembuatan jalan tol itu dan saat ini Batam mendapatkan jatah pembuatam jalan tol.

Jalan tol yang akan dibangun itu rencananya yaitu dari pelabuhan Batuampar ke Bandara dan dari Batuampar menuju Batamindo Mukakuning. Panjagnya semua jalan tol yang akan dibangun itu sekitar 25 kilo meter.

“Jadi kita minta saran dan masukannya jalur yang akan dibikin itu. Tolong kasih masukannya Bapak dan ibu,” ucap Rudi.

Dijelaskannya, dalam waktu dekat ini titik jalan tol yang akan dibangun itu harus jelas dan sudah ditentukan karena akan segera untuk dilaporkan ke pemerintah pusat.

Kalau kesempatan ini tidak segera diambil maka akan dipindahkan kedaerah lain dan yang akan rugi adalah Kota Batam.

“Ini saya sampaikan bapak dan ibu karena kita butuh cepat, dalam satu bulan ini harus ada keputusan tempat titik jalan tol yang akan dibangun itu dan akan langsung dilaporkan kepusat. Kemarin yang akan mengerjakan jalan tol itu datang lagi dan dia bertanya kapan titik jalan tol itu bisa selesai. Saya menjawbnya susah, mau minta tanahnya kepada pak Edy selaku kepala BP Batam tanahnya sudah tidak ada lagi,” pungkasnya.

Rudi mengakui bahwa penentuan jalan tol itu hingga saat ini masih menjadi pertimbagan pemeritah Kota Batam, namun salah satu cara yang akan dilakukan nantinya adalah harus ada pembebasan tanah warga dan itu adalah satu-satunya cara, karena daerah dari pelabuhan Batu Ampar ke Bandara sudah teralokasi semuanya.

Namun akan dicari yang lebih sedikit pembebasan itu agar prosesnya bisa lebih cepat. Mau di bebaskan siapa yang mau dan ikhlas tanahnya di bebaskan, walaupun diberikan ganti untung.

“Pemko Batam dan BP Batam saat ini sedang memikirkan bagaimana pertumbuhan ekonomi Batam bisa tumbuh dengan cepat dan hal ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja namun juga harus ada dukungan dari masyarakat, agar apa yang telah ditargetkan pemeribtah pusat tercapai semuanya,” bebernya. (cw64)

Comment

News Feed