by

DP3 Tpi Awasi Hewan Kurban

TANJUNGPINANG (HK) – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, Dinas Pertanian, Pangan dan Peternakan (DP3) Kota Tanjungpinang mulai bergerak melakukan sosialisasi dan pengawasan hewan layak kurban kepada pedagang dan peternak lokal di seluruh wilayah Kota Tanjungpinang.

Kepala DP3 Kota Tanjungpinang, Ahadi, mengatakan kini pihaknya tengah melaksanakan atas persiapan untuk pengawasan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini. Selain terus melakukan pendataan hewan kurban yang laik, pihaknya juga memberikan pemahaman kepada peternak lokal dan pedagang musiman.

Selain itu, kata Ahadi, pengawasan hewan kurban tersebut yang dilakukan ini upaya untuk memberikan jaminan keamanan serta kesehatan hewan kurban kepada masyarakat saat menghadapi hari raya kurban tahun 2019 ini.

“Hewan kurban yang akan dijual nanti harus memperhatikan kesehatan dan fisik hewan. Agar dapat menjamin kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang dijual laik dan sehat untuk dijadikan hewan kurban,” ungkapnya saat di temui di Gedung Asrama Haji Tanjungpinang, Senin (22/7/2019).

Dikatakan Ahadi, data sementara terdapat 165 ekor sapi dan sekitar 300 ekor lebih kambing siap kurban. Jumlah tersebut merupakan hewan kurban yang laik kurban dari peternak lokal. Sedangkan untuk pedagang hewan kurban musiman belum didata seluruhnya, karena belum semua hewan kurbannya datang dari luar kota.

“Untuk pedagang musiman, kebanyakan pedagang mendatangkan sapi dari Lampung, Madura, Bawean dan Jambi. Sapi tersebut sebagian besar merupakan sapi bali. Jumlah juga masih terus bertambah. Karena banyak pedagang yang mendatangkan sapi namun belum sampai ke Tanjungpinang,” terangnya.

Pengawasan hewan kurban ini terus dilakukan hingga Hari Raya Idul Adha, yang jatuh pada 11 Agustus 2019. Dilanjutkannya, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim, untuk memastikan hewan kurban tersebut sehat dan laik kurban seperti cukup umur, bukan sapi betina dan sehat, baru pihaknya memberikan label Sehat Laik (SL) dan Tidak Sehat (TS).

“Jadi kami harapkan masyarakat membeli hawan kurban yang ada lebelnya. Karena hewan kurban yang ada labelnya telah lulus mengujian laik kurban dan sehat,” jelasnya.

Selain itu, kata Ahadi DP3 juga memberikan sosialisasi dan pelatihan penyembelihan atau cara pemotongan hewan kurban yang benar. Pihaknya mendatangkan pelatihnya dari Jakarta, yang diharapkan dalam pelaksanaan hewan kurban memperoleh daging yang sehat.

“Ini dilakukan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat terutama petugas pemotong hewan kurban harus sesuai aturan kesehatan dan agama. Kemudian seperti sebelumnya kita sampaikan, ada cara membagikan daging kepada masyarakat, dengan menggunakan plastik transparan serta memisahkan daging dan jeroan,” tutupnya. (rco)

Comment

News Feed