by

Usut Penadah Plat Baja Dompak

TANJUNGPINANG (HK)- Proses penanganan perkara dugaan kasus pencurian keping plat baja milik Dinas PUPR Provinsi Kepri hingga kini masih belum menyentuh penadah barang hasil curian tersebut.

Hingga kini, penyidik Polda Kepri baru menetapkan enam tersangka dan terdakwa dalam proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Mereka diketahui dalam persidangan hanya diduga ikut menjual plat baja tersebut.

“Berdasarkan fakta persidangan telah terungkap, siap dugaan pelaku pencurian, termasuk penadah plat baja tersebut. Namun sampai sekarang, kenapa penadahnya belum diusut juga,” kata Agus Riawantoro SH, Penasehat Hukum dari terdakwa Julianta Mitra S alias Anta, Kamis (18/7).

Diterangkan, dari data tersebut didapati bahwa sejumlah plat baja tersebut diduga telah dijual oleh Andi Cori Cs ke tiga penampungan. Selain 24 keping dijual ke lokasi penampungan besi tua di Jalan Nusantara KM 18 Kijang Kabupaten Bintan milik Ripin Siahaan alias Au, plat baja tersebut juga dibawa ke penampungan Among di Kampung Bulang, Kilomter 5 Tanjungpinang sebanyak 63 keping, termasuk 12 keping dijual ke Pelabuhan Sri Payung Kilomter 6 Tanjungpinang milik Sugi

“Sementera keterangan saksi Andi Usmar selaku anggota Andi Cori dalam persidangan mengaku, untuk pekerjaan pemindahaan pelat baja sebanyak 63 keping ke lokasi milik saksi Among tersebut adalah dengan menggunakan mobil lori crane yang diusahakan sendiri oleh saksi Among. Kemudian plat baja itu juga dijual ke Sugi dan Au,” ungkapnya

Andi Cori Patahuddin, salah seorang dugaan pelaku pencurian plat baja sisa material proyek pembangunan Jembatan I Dompak Tanjungpinang, mempertanyakan status KUHP 840 sebagai penadah.

“Saya mempertanyakan kemana pasal 480 KUHP (penadah). Ini negara hukum dan saya pertanyakan hal itu,” ucap Andi Cori saat digiring ke mobil tahan Kejari Tanjungpinang menuju Rutan Tanjungpinang, Selasa (16/7).

Menyikapi pernyataan Cori tersebut, Kasi Intelijen Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah SH menegaskan, dalam perkara ini pihaknya hanya menerima hasil berkas penuntutan dari penyidik Polda Kepri.

“Terkait penadah dalam kasus tersebut, nanti kita lihat bagaimana fakta di persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Secepatnya akan kita limpahkan,” pungkasnya

Sebelumnya Kepala Dinas PU Provinsi Kepri, Abu Bakar dalam sidang menjelaskan, jumlah plat baja sisa pembangunan proyek jembatan Dompak tersebut, tercatat sejak 27 Oktober 2016 dengan jumlah sebanyak 166 keping.

Hal itu diperoleh setelah serah terima pekerjaan sekitar 68 persen dari PT Nindiya Karya sebagai pemenang tender, sebelum akhirnya dilakukan putus kontrak akibat keterbatasan anggaran APBD.

Atas kondisi tersebut, akhirnya PT Nindya Karya melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang, sehingga diperoleh kesepakatan damai dan Pemprov Kepri membayarkan sebesar Rp35 miliar ganti rugi ke PT Nidiya Karya, termasuk 166 keping plat baja yang belum terpakai untuk proyek jembantan Dompak tersebut.

Berselang kemudian, setelah proyek lanjutan jembatan Dompak tersebut selesai dikerjakan, Abu Bakar mendapat informasi dari bawahannya, bahwa beberapa plat baja itu telah hilang di lokasi di bawah jembatan Dompak.

“Dari 166 keping plat baja itu yang tersisa saat ini sekitar 60 lembar disimpan di Kantor Satpol PP. Dari laporan staf saya, bahwa sebagian plat baja itu diambil oleh Andi Cori dan kawan. Alasannya sudah izin Gubernur Kepri. Namun ketika saya tanya, Gubernur bilang tidak ada menyuruh. Sehingga akhirnya kami laporkan ke Polda Kepri,” ungkapnya. (tim)

Comment

News Feed