by

Terdapat 8.000 Ha Lahan Tidur di Batam

BATAM (HK) – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Garda Indonesia (LSM-GI), Aldi Braga menyebut terdapat sedikitnya 8.000 hektare lahan tidur atau tidak digarap pada sejumlah kawasan di Batam.

“Berdasarkan data yang kami peroleh, sedikitnya terdapat 8.000 hektare lahan tidur atau lahan yang dikategorikan telah dialokasikan BP Batam ke pengusaha, namun tidak diolah atau tidak diproduktifkan, sesuai peruntukan,” ujar Aldi Braga, Jumat (19/07/19)

Menyikapi hal tersebut, Aldi Braga meminta kepada pihak terkait, dalam hal ini Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, agar mengambil tindakan tegas, dengan memberikan peringatan serta mencabut lahan tidur tersebut.

“Kita tahu keberadaan lahan tidur merupakan salah satu penyebab mandeknya investasi dan pembangunan di Batam.  Kita minta kepada Kepala BP Batam, bapak Edy Irawady bertindak tegas, karena masih banyak investor yang benar-benar membutuhkan lahan,” tegas Aldi Braga. 

Hal senada juga disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Batam, Syamsul Paloh, menurutnya, BP Batam harus berani mengambil sikap dengan memberikan peringatan dan mencabut lahan tidur.

Kata Syamsul, pembiaran terhadap lahan tidur sama dengan tindakan menghambat investasi masuk ke Batam. Sehingga harus diambil langkah tegas.

“Lahan tidur berarti ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai perencanaan. Bisa jadi pihak yang diberi alokasi lahan hanya merupakan broker dengan kembali menjual lahan yang dia peroleh kepada pihak ketiga.Ini harus ditertibkan,” ujar Syamsul.(san)

Comment

News Feed