by

Orang Tua Kecewa Sistem PPDB Zonasi *Pusing Anak tak Mau Sekolah

BATAM (HK) – Orang tua mengaku pusing dengan diterapkannya sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA. Kebijakan PPDB zonasi ini menimbulkan kekecewaan, karena banyak calon siswa yang tak tertampung. Meskipun akhirnya bisa tertampung, namun terlempar pada sekolah yang jauh dari tempat tinggal membuat anak pada enggan bersekolah.

Mereka juga sangat menyayangkan dengan sistem tersebut, karena telah diskriminasikan siswa yang memiliki nilai cukup baik. “Rumah saya di Cendana, masa anak diterima di SMAN 21 Batam. Padahal dekat dengan SMAN 3 Batam. Kalau anak saya itu cowok gak masalah ini kan cewek, mana lokasi sekolahnya berbukit lagi harus pakai apa kesana, naik motor kita khawatir ada apa-apa. Sistem PPDB zonasi ini benar-benar sangat mengecewakan, Bukan sekolah ini yang dekat menjadi lebih dekat, malah yang dekat jadi jauh,” ucap Sunaryo yang anaknya ditolak mendaftar ke SMAN 3 Batam.

Begitu pula dengan anaknya sendiri, kata Sunaryo, tidak mau masuk ke SMAN 21 Batam hanya ingin bersekolah di SMAN 3 Batam saja, karena kawanya banyak yang diterima di sana. Disamping itu juga sekolahnya cukup jauh dari rumah. “Anak saya tak mau sekolah kalau tidak di SMAN 3 Batam, sudah berulang kali saya membujukanya, tapi gak bisa. Jadi bingung saya dibuatnya,”katanya.

Kekecewaan serupa juga dialami Firman yang anaknya tak diterima masuk SMAN 3 Batam. Padahal lokasi rumahnya berada di Cendana dan memiliki nilai cukup tinggi mencapai 36,4 dikarenakan lokasi rumah jaraknya agak jauh dari sekolah. Namun ia heran, tetangganya yang hanya jarak beberapa blok saja darinya justru malah diterima. “Gimana sih cara pengaturannya kita gak mengerti denga sistem zonasi ini,” ujarnya.

Baik Sunaryo maupun Firman, mengaku dirugikan dengan penerapan PPDB sistem zonasi ini. Sama halnya dengan orang tua lainnya yang anaknya tak diterima pada PPDB zonasi tersebut, kata mereka sistem zonasi ini hanya menguntungkan sepihak bagi siswa yang anaknya dekat dengan sekolah. “Menguntunglan itu bagi yang dekat dengan sekolah, kita yang rumahnya jauh dari sekolah hanya menelan kekecewaan saja,” timpal Ramli orang tua lainnya.

Kata Ramli, PPDB zonasi ini diterapkan cocoknya bagi daerah yang telah merata pembangunan sekolahnya. Namun untuk Batam belum saatnya diterapkan, karena sekolahnya terbatas tidak merata. “Harusnya untuk Batam ini ada pengecualian, karena sekolah belum merata. Jadi kalau diterapkan bukannya menjadi pemerataan pendidikan. Melainkan menjadi ketidak adilan pendidikan, karena menjauhkan anak untuk sekolah,” ucapnya. (men)

Comment

News Feed