by

Belasan Pramusaji Terjaring

NATUNA (HK)- Sekitar 14 orang para pekerja pramusaji yang tidak memiliki surat keterangan domisili dimana menetap, terjaring dalam operasi Non Yustisi sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Natuna nomor 10 Tahun 2005 Tentang Penyakit Masyarakat.

Kasatpol PP Kabupaten Natuna, Dodi Nuryadi mengatakan, operasi Non Yustisi kegiatan rutin Satpol PP Natuna dalam rangka menegakkan Perda guna mencegah timbulnya penyakit masyarakat.

“Kegiatan operasi non Yustisi ini, kita lakukan secara rutin setelah libur panjang kemarin. Dan ternyata ada sekitar 14 orang tidak memiliki surat keterangan domisili dari RT, RW maupun Lurah setempat,” kata Kasatpol PP, Dodi ketika ditemui di Kantor Bupati Natuna, Kamis (18/7).

Ia menegaskan, kegiatan ini dilakukan berdasarkan Perda Nomor 10 Tahun 2005 Tentang Penyakit Masyarakat Bab III Kedudukan dalam Hukum Pasal 3, yang berbunyi “demi ketertiban dan Kenyamanan, setiap orang berhak untuk hidup dalam satu lingkungan yang aman, tertib dan tentram serta terbebas dari perbuatan, tindakan dan prilaku Penyakit Masyarakat”.

“Sasaran operasi ini kita lakukan di lokasi THM di beberapa tempat. Selain itu dilakukan juga pengecekan identitas atau Domisili para pekerja pramusaji, serta Surat Izin Usaha bagi para pemilik THM dan para pekerja yang masih di bawah umur,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Operasi Non Yustisi, Kasi Penegakan dan Penindakan Satpol PP, Edi Yohanes bahwa sejumlah Paramusaji yang terjaring didapat dari dua lokasi THM yang berbeda.

“Para pramusaji yang terjaring operasi Non Ystisi ini dari dua lokasi berbeda. Di antaranya, THM Pujasera 36, dan THM Padang Tengah. Tidak hanya itu, kita juga menyisir THM lainnya seperti THM JFC, THM Puak, THM Champion. Namun tidak ditemukan hasil,” ungkap Edi.

Edi menambahkan Tambahnya, kepada para pramusaji yang terjaring diamankan di Mako Satpol PP diberikan Penindakan administratib.

“Hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit masyarakat. Dan pendataan para pekerja pramusaji bisa diketahui keberadaanya,” pungkasnya.(fat)

Comment

News Feed