by

MPLS di SMKN 1 Bintan Diisi Penyukuhan Narkoba *Pelajar Jadi Korban Keganasan Narkoba

BINTAN (HK) – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 1 Teluk Bintan diisi dengan penyuluhan narkoba, Selasa (16/7) lalu. Penyuluhan bahaya narkoba ini gencar diakukan jajaran Satres Narkoba Polres Bintan dengan mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan kepada para pelajar.

Dari paparan penyuluhan narkoba tersebut, terungkap korban keganasan narkoba sebagian besar menyerang kalangan pelajar. Menurut Kanit 1 Satres Narkoba Polres Bintan Ipda Richie, berdasarkan hasil penelitian BNN dengan LIPI Prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2018 korban narkoba dari kalangan pelajar/mahasiswa sebanyak 3,21 persen atau setara dengan 2.297.492 jiwa.

“Sedangkan kalangan pekerja sebanyak 2,1 persen atau setara dengan 1.514.037 jiwa,” papar Richie saat menyampaikan materi di SMKN 1 Teluk Bintan.

Sementara barang bukti yang berhasil dikumpulkan sepanjang operasi 2018 sabu sebanyak 8,2 ton, 41,3 ton ganja dan 1,55 juta butir pil ekstasi dengan jumlah tersangka sebanyak 53.521 tersangka. Menurutnya, bahaya narkoba sangat menimbulkan dampak serius bagi generasi muda karena menyebabkan kerusakan permanen pada otak. “Serta penyakit lainnya seperti penyebarang HIV/AIDS,” ungkapnya.

Ia berharap dengan penyuluhan, para pelajar bisa terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Penguatan dan pengetahuan tentang narkoba sangat penting agar generasi muda mengetahui bahayanya narkoba.

Selain memberikan penyuluhan, Satres Narkoba Polres Bintan juga mengenalkan aplikasi berbasis android milik Satres Narkoba yakni aplikasi Sislinar. (oxy)

Comment

News Feed