by

Jaksa Belum Terima Berkas Andi Cori #Tersangka Kasus Plat Baja Dompak

TANJUNGPINANG (HK)- Meski pun berkas penyidikan dugaan kasus pencurian plat baja di Dompak Tanjungpinang dengan tersangka Andi Cori Patahuddin telah dinyatakan lengkap (P21), namun hingga saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri mengaku belum menerima limpahan berkas tersangka tersebut dari tim penyidik Polda Kepri.

“Berkas tersangka atas nama Andi Cori Patahuddin tersebut sudah kita nyatakan P21 sejak beberapa hari lalu. Namun hingga kini penyidik Polda Kepri masih belum menyerahkannya kepada kami,” kata Muhammad Andi Arif SH, Jaksa Peneliti dan juga JPU dalam perkara ini, Minggu (14/7).

Bersamaan dengan tersangka Andi Cori tersebut, jelas Andi Arif, juga terdapat nama tersangka Andre dengan berkas terpisah, sebagai pihak yang diduga sebagai bawahan sekaligus membantu Andi Cori dalam proses penjualan plat baja tersebut ke beberapa tempat penampungan.

“Dalam proses penyidikan di Polda Kepri, kedua tersangka belum ditahan. Kendati demikian, kita siap menahan keduanya. Sebegaimana proses penangan beberapa tersangka lain dalam perkara yang sama sebelumnya,” ujar mantan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang ini.

Menurut Andi Arif, kedudukan dan perlakuan hukum di tengah masyarakat adalah sama, sehingga tidak ada istilah perbedaan, terutama menyangkut proses penanganan perkara dugaan kasus pencurian plat baja tersebut.

“Kita tidak tahu kenapa penyidik Polda belum melakukan penahanan terhadap tersangka Andi Cori tersebut. Disamping itu, kita juga berharap agar penyidik Polda Kepri dapat mengembangkan proses penyidikan terhadap para penampung (pembeli) plat baja tersebut,” ucap Andi Arif.

Dugaan kasus pencurian dan raibnya ratusan keping plat baja milik Dinas PUPR Pemprov Kepri tersebut sebelumnya juga telah melibatkan La Mane sebagai tersangka dan terdakwa penadah sebanyak 24 keping dari 107 keping plat baja yang hilang.

Namun dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, majelis hakim yang menangani perkara tersebut, akhirnya menjatuhkan vonis bebas.

Hal itu disebabkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) salah menerapkan Pasal kepada La Mane, yakni Pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP, dan bukan Pasal 480 Jo 55 KUHP sebagai penadah.

Disamping La Mane, perkara ini juga melibatkan Sarapuddin alias Udin, Julianta alias Anta dan Syaful SE yang saat ini telah memasuki proses penuntutan sebagai terdakwa oleh jaksa dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Dalam fakta persidangan nama Andi Cori sering disebut-sebut sebagai pelaku utama oleh sejumlah saksi yang hadir.

Bahkan keterangan ketiga terdakwa menyebutkan, Andi Cori telah banyak berbohong dalam memberikan keterangan sebagai saksi di persidangan. Hal itu terutama masalah pembagian uang hasil penjualan plat bajat tersebut,

Selain itu, hilangnya ratusan plat baja tersebut, ternyata sudah dijual oleh Andi Cori Cs ke tempat penanpungan di Kilometer 18 Kijang Bintan, milik AU alias Arifin sebanyak 24 kepri, termasuk dijual ke Sugi di Pelabuhan Tanjung Unggat, serta Among sebanyak 63 keping di kilomer 5 bawah Kampung Bulang Tanjungpinang.

Kepala Dinas PU Provinsi Kepri, Abu Bakar mengatakan, jumlah plat baja sisa pembangunan proyek jembatan Dompak tersebut, tercatat sejak 27 Oktober 2016 dengan jumlah sebanyak 166 keping.

Hal itu diperoleh setelah serah terima pekerjaan sekitar 68 persen dari PT Nindiya Karya sebagai pemenang tender, sebelum akhirnya dilakukan putus kontrak akibat keterbatasan anggaran APBD.

Atas kondisi tersebut, akhirnya PT Nindya Karya melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang, sehingga diperoleh kesepakatan damai dan Pemprov Kepri membayarkan sebesar Rp35 miliar ganti rugi ke PT Nidiya Karya, termasuk 166 keping plat baja yang belum terpakai untuk proyek jembantan Dompak tersebut.(nel)

Comment

News Feed