by

Bright PLN Batam Upayakan Listrik Murah

Batam (HK)-Permasalahan listrik di Batam terus dibenahi untuk segera di selesaikan.
Selain kemampuan daya, persoalan harga listrik juga menjadi permasalahan tersendiri bagi masyarakat dan Bright PLN Batam selaku penyedia.

Direktur Utama Bright PLN Batam, Dadan Kurniadiputra mengatakan, kalau saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan agar tidak ada kenaikan listrik di Batam namun tetap dapat keuntungan.

“Saat ini kami sedang melakukan penghitungan dan merencanakan untuk tersedianya listrik murah meski saat ini gas sebagai komponen utama produksi listrik naik, sehingga lazimnya akan terjadi kenaikan harga, namun saya putuskan untuk tidak menjadikan itu sebagai pilihan” katanya.

Menaikan harga, akan menjadi beban bagi pelanggan dan juga bukan pilihan yang cerdas untuk dilakukan sekarang, untuk itu PLN Bright Batam tertantang untuk memberikan listrik murah dengan kondisi saat ini.

“Yang pertama pasti kami akan melakukan efisiensi kemudian PLN Bright Batam juga akan melakukan upaya subsidi silang dari unit bisnis yang lain sehingga masih bisa terjaga beban dan pembiayaan produksi dan lainya, tanpa harus menaikan harga untuk pelanggan” katanya.

Selain itu, dalam rangka percepatan penyediaan listrik murah untuk wilayah Batam ini, menurut Dadan, PLN Bright Batam juga akan melakukan inovasi dengan penyediaan smart KWH bagi pelanggan yang memiliki fasilitas solar cell atau listrik tenaga matahari, dan membeli listrik yang disediakan dari rumah pelanggan melalui solar cell tersebut.

“Dalam tahun ini juga kita akan laksanakan hal tersebut, sasaran pertama adalah daerah nagoya akan menjadi proyek percontohanya, diharapkan dengan hal ini, akan terjadi efisiensi antara 20 sampai 30 persen bagi pelanggan tersebut” jelasnya.

Dalam pelaksanaanya nanti, PLN Bright Batam akan membeli daya listrik yang dihasilkan dari solar cell itu, melalui sistem yang disediakan, sehingga solar cell yang selama ini digunakan untuk pemanas air saja bagi sebagian pengguna kini bisa dimanfaatkan untuk menekan pembiayaan listrik itu sendiri, katanya mengkahiri (rie).

Comment

News Feed