by

Gubernur Terima Calon Investor Asal Cina

TANJUNGINANG (HK)- Gubernur H Nurdin Basirun menyambut baik berbagai upaya dalam penguatan sektor investasi di Bintan, terlebih dari segi kawasan sendiri Bintan mendapat poin yang tinggi. Dengan penguatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan merata.

“Kita dari pemerintah siap bantu, apalagi kawasan di Bintan dinilai siap untuk berinvestasi, kita siap bantu baik dari segi perizinan juga tentunya sumber daya manusia,” ujar Nurdin saat menerima kunjungan sejumlah investor asal Ciina di ruang kerja Kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Rabu (22/5).

Menurut Nurdin, dengan tumbuh berkembangnya investasi di Bintan tentu akan turut memperkuat struktur kawasan Batam-Bintan, terlebih di tengah persaingan ketat saat ini juga dalam menghadapi era revolusi industri tentunya daerah harus siap dan mampu tampil terdepan.

“Dan yang paling penting adalah utamakan para pekerja lokal, anak-anak daerah kami serta jalin kemitraan dengan perusahaan lokal lainnya sehingga sinergitas semakin kuat,” lanjut Nurdin.

Adalah Dr Sukardi yang memimpin rombongan imvestor tersebut, yang mana dirinya memiliki lahan seluas 1.200 hektar di kawasan Batu Licin yang digunakan dalam rangka pengembangan kawasan wisata, industri dan pemukiman serta pemanfaatan ruang laut.

Namun yang menjadi fokus utama pertemuannya dengan Gubernur adalah dirinya memiliki lahan 100 hektar lebih di area sekitar Galang Batang. Pihaknya akan mengecek apakah masuk di dalam apa di luar KEK. Ke depan direncanakan dari lahan tersebut akan investasi industri furniture dan berorientasi ekspor dengan kualitas premium, dengan nilai awal investasi sebesar 50 juta dolar AS.

Menurut Sukardi, di negara-negara maju lainnya saat ini bisnis di bidang properti, komersial dan industri berkualitas tinggi menjadi booming, inilah yang menjadi dasar pemikiran pihaknya untuk ikut berpartisipasi.

“Jadi kedatangan kami selain melaporkan kondisi juga memohon bantuan bapak untuk membantu memfasilitasi berbagai perizinan, termasuk pemanfaatan Pelabuhan Kijang untuk bongkar muat barang, sehingga kelancaran distribusi barang-barang material yang akan diolah menjadi barang jadi berupa furniture,” kata Sukardi. (r)

Comment

News Feed