by

Diduga Sakit, Pekerja Galangan Kapal Tewas di Kontrakan

BATUAJI (HK) – Warga perumahan Central Raya kelurahan Tanjung Uncang Batuaji digegerkan penemuan mayat di dalam rumah kontrakan Blok JJ1 No 6 RT04/RW08, pada, Senin (20/5/2019) sekira pukul 22.00 WIB.

Mayat pria tersebut diketahui bernama Agung Riana, asal Banyumas, kelahiran 1983. Korban meninggal dunia diduga karena sakit. Dan sebelum meninggal dunia, Agung pun sempat bekerja di galangan kapal Subcont PT ASL Tanjung Uncang, Batuaji. Namun 3 hari berturut-turut korban tak masuk kerja lagi.

Meninggalnya Agung Riana diketahui pertama kalinya oleh temannya, Eko Suswanto, yang juga sama-sama asal dari Banyumas.

Informasi yang didapat, awalnya Eko pulang dari tempat kerja dan melihat rumah kontrakannya dalam keadaan pintu depan terkunci.

Lalu Eko memanggil manggil korban (Agung, red) sebanyak 10 kali, namun korban tak menjawab. Kemudian saat Eko mengintip ke dalam rumah, akan tetapi korban tak kelihatan.

Karena penasaran, Eko pun mutar ke belakang rumah dengan tujuan untuk mengintip dari jendela kamar korban, begitu sampai di jendela kamar korban, sontak Eko pun melihat jendela kamar korban dalam keadaan terbuka.

Kalang kabut, Eko melihat korban sudah telentang di lantai kamarnya, yang kemudian memanggil tetangga dan perangkat RT dilingkungan tempat tinggal korban.

Bersama dengan ketua RT dan tetangga, Eko pun masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang yang tak terkunci. Disana ketua RT mengecek kondisi korban yang mana korban sudah tak bernafas lagi.

Mendapat informasi itu, pihak Polsek Batuaji pun langsung ke lokasi hingga melakukan olah TKP. Dari dalam kamar, polisi menemukan obat-obatan yang diduga diminum korban saat sedang sakit.

“Yang nemukan pertama kalinya Eko, temannya. Korban (Agung, red) ini sakit. Bahkan ditemukan ada obat-obatan didalam kamarnya. Dan diduga korban ini sudah lama sakit-sakitan,” kata Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe kepada awak media ini, Selasa (21/5) paginya.

Setelah olah TKP, jenazah korban itu pun dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri guna divisum. “Malam itu juga korban di evakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk divisum. Bahkan saat olah TKP, tak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan dibagian tubuhnya,” tutupnya. (ded)

Comment

News Feed