by

BPOM Kepri Ungkap Produk Pangan Ilegal Senilai Rp300 Juta

BATAM (HK) – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Loka Kota Tanjungpinang bersama dengan PPNS Badan Pengawasan obat dan makanan (BPOM) di Batam kembali mengungkap peredaran pangan tanpa izin di salah satu toko di kawasan Kota Tanjungpinang, Selasa (21/5) pagi.

Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan mengatakan, kegiatan penindakan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang disampaikan kepada petugas Kantor Loka POM Kota Tanjungpinang bahwa beredar pangan tanpa izin edar BPOM di wilayah Kota Tanjungpinang

“Selanjutnya petugas Loka POM Kota Tanjungpinang melakukan investigasi dan penelusuran terkait informasi tersebut,” ungkap Yosef.

Ternyata, kata Yosef, setelah diyakini kebenaran informasi tersebut ditemukan 70 item pangan tanpa izin edar sebanyak 8.754 pcs dan satu item kosmetika tanpa izin edar sebanyak 270 pcs,

“Adapun nilai keekonomian dari produk pangan dan produk kosmetika ilegal yang ditemukan itu senilai Rp300 Jt,” beber Yosef.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 142 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dengan sanksi pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak 4 miliar rupiah serta pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan sanksi pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1,5 miliar rupiah.

Kegiatan operasi penindakan tersebut bekerja sama dengan PPNS BPOM Batam, Polres Kota Tanjungpinang dan Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang.

Yosef menjelaskan, pangan dan kosmetika ilegal beresiko terhadap kesehatan karena diedarkan sebelum melalui evaluasi mutu dan keamanan oleh Badan POM.

Kepada konsumen, Yosef menghimbau agar selalu menjadi konsumen yang cerdas dengan membeli produk pangan yang telah terdaftar di Badan POM.

“Cukup dengan Cek KLIK, yaitu cek kemasan (jangan sampai terima produk dengan kemasan rusak), cek label (kelengkapan label seperti nama dan alamat produsen atau importir, komposisi, netto, kode produksi, ED), Cek Izin Edar (harus terdaftar di BPOM) dan cek Kadaluarsa,” jelas Yosef.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi ataupun aduan tentang Obat dan Makanan dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BPOM Batam di (0778) 761490 atau datang langsung di kantor BPOM Batam di Jl Hang Jebat, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa-Batam.(Cw63)

Comment

News Feed