by

Banyak Laka Kerja, Polres Evaluasi PT MOS

KARIMUN (HK)-Polres Karimun meminta PT Multi Ocean Shipyard (MOS) untuk lebih memperhatikan keselamatan karyawan pasca insiden jatuhnya Lukman Jamarin (26), salah seorang pekerja di anak perusahaan PT Soechi Lines tersebut. Sebab, kasus ini muncul ketika polisi masih melaksanakan proses hukum kecelakaan yang menyebabkan dua pekerja mengalami luka bakar pada Rabu (24/4) lalu.

“Kami minta kerjasama yang baik saja dari perusahaan, karena satu perkara yang sedang kami tangani belum selesai, sekarang sudah ada kejadian lagi. Memang, kecelakaan siapapun tidak ada yang menghendaki, paling tidak perusahaan melaksanakan prosedur kerja yang baik sesuai dengan aturan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara.

Kata Lulik, pihaknya akan mengevaluasi banyaknya kasus kecelakaan kerja yang terjadi di PT MOS tersebut. Dari beberapa bulan terakhir, sudah terjadi sekitar 6 kasus kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan galangan kapal di Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral itu.

Dijelaskan, kronologi awal kecelakaan kerja yang terjadi pada Senin (13/5) sekitar pukul 09.45 tersebut, korban atas nama Lukman Jamarin, warga Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing itu terjadi di floatingdock. Korban jatuh dari kargo tangki kapal pupuk KM Soemantro Brodjonegoro.

“Pada saat itu, korban tengah melaksanakan pekerjaan mengunci scaffolding di area kargo tangki tanpa menggunakan body harness (tali pengaman diri). Saat mengunci baut di atas tangki tersebut, korban tiba-tiba terpeleset dan jatuh. Korban mengalami luka robek di bagian telapak tangan sebelah kiri sebanyak 3 jahitan,” tuturnya.

Koordinator Penyelenggaraan Pengawas Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Mujarab Mustafa pada awal kejadian juga mengaku tidak menerima laporan dari safety PT MOS soal insiden jatuhnya salah seorang pekerja dibagian Scaffolding, Lukman, Senin (13/5) sekitar pukul 09.45 WIB. Padahal, saat itu Mujarab sedang berada di perusahaan itu.

“Pada saat kecelakaan itu terjadi, saya sedang berada di PT MOS. Saya lagi berbicara dengan bagian safety perusahaan itu. Tapi mereka kok tak melapor kepada saya. Siangnya, saya pulang sebentar untuk shalat saya baru tahu adanya kecelakaan kerja disana. Saya kembali lagi. Sekarang saya masih di PT MOS,” ungkap Mujarab Mustafa, Senin sore.

Kata Mujarab, pekerja yang jatuh itu memang tidak memakai tali harness (tali pengamanan kerja). Sebab, pada saat itu dia hanya memanjat dengan ketinggian sekitar 1,5 meter. Dengan ketinggian seperti itu, pekerja memang tidak diharuskan menggunakan tali harness untuk memanjat.

“Memang benar yang bersangkutan tidak menggunakan tali harness. Karena saat itu dia hanya memanjat dengan ketinggian sekitar 1,5 meter. Dia hanya menguatkan baut yang berada di baki. Tiba-tiba saja, korban terpeleset dan terjatuh. Sampai dibawah, dia dibantu teman-temannya, sekarang sudah dibawa ke RSUD M Sani,” tuturnya.

Mujarab menyebut, berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit, korban tidak mengalami luka berat. Dia hanya mengalami keseleo. Meski hanya mengalami luka ringan. Namun, insiden ini tetap termasuk kecelakaan kerja. Pihaknya masih mendalami kasus ini dengan meminta keterangan ahli safety di perusahaan itu. Diakui, PT MOS saat ini masih menjalani audit internal yang diberikan Pemkab Karimun. Tapi, karena melihat kecelakaan kerja yang terjadi masih tergolong ringan. Maka, pihaknya belum bisa memastikan akan mengambil tindakan.

“Kalau kita lihat, kecelakaan ini masih tergolong ringan. Saya fikir awalnya ada crane yang patah, kemudian menimpa pekerja yang ada di bawah. Tapi hanya kecelakaan biasa, seorang pekerja yang hanya terpeleset dan mengalami keseleo. Tapi walau bagaimanapun, ini juga tetap menjadi catatan kami,” ujarnya. (ham)

Comment

News Feed