by

Tak Pakai Tali Harness, Pekerja PT MOS Jatuh

KARIMUN (HK)-Kecelakaan kerja kembali terjadi di PT Multi Ocean Shipyard (MOS).

Lukman pekerja di bagian scaffolding terjatuh ke tanki saat melaksanakan konstruksi kapal yang tengah naik dock di perusahaan galangan kapal milik PT Soechi Lines yang berada di Keluraahn Parit Benut, Kecamatan Meral, Senin (13/5) siang.

  Karyawan PT MOS yang tengah bekerja ketika dikonfirmasi haluankepri.com membenarkan rekan sekerjanya mengalami kecelakaan kerja. Nasib nahas yang dialami Lukman, sudah kesekian kalinya dialami pekerja galangan kapal itu. Sebelumnya, dua pekerja mengalami luka bakar akibat ledakan saat pengelasan, Rabu (23/4) lalu.  

  “Iya tadi memang ada pekerja yang jatuh saat bekerja. Kejadiannya siang tadi. Dia satu bagian dengan saya, sama-sama di scaffolding, cuma beda kapal. Informasinya dia jatuh saat memanjat tanki, dia tak pakai tali harness, makanya jatuh,” ungkap salah seorang pekerja PT MOS yang namanya enggan ditulis.

  Kata pekerja itu, begitu jatuh ke tanki, rekan-rekan kerja lainnya datang membantu. Saat ini, dia sudah dievakuasi ke daratan dan dibawa ke RSUD HM Sani untuk ditangani secara medis. Dia menyebut, informasinya saat kerja di kapal itu tidak ada bagian pengawas safety (keselamatan) kerja.

  “Pengawasan disini sangat lemah. Bahkan, sangat jarang turun di kapal untuk mengecek kami yang lagi bekerja. Harusnya, pekerja yang memanjat itu dilengkapi dengan tali harness, sehingga kalau jatuh pun saat kerja, masih bisa tergantung, tapi nyatanya mereka tidak pakai harness,” tuturnya.

  Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karimun, Hazmi Yuliansyah ketika dikonfirmasi membernarkan adanya kecelakaan kerja di PT MOS. Kecelakaan kerja itu dialami karyawan yang tengah melaksanakan konstruksi kapal yang lagi docking. Saat ini, korban sudah dibawa ke RSUD HM Sani.

  “Memang benar terjadi lagi kecelakaan kerja di PT MOS. Saya sudah hubungi bagian HRD PT MOS, Nasrul. Dia mengakui adanya kecelakaan kerja disana. Dia bilang biasalah kecelakaan kecil saja. Saya sudah ingatkan, saat ini PT MOS masih dalam masa audit internal. Sedang dalam sorotan, kenapa terjadi lagi,” ungkap Hazmi.

  Hazmi menyebut, meski kecelakaan kerja sudah berulang kali terjadi di PT MOS, namun Pemkab Karimun belum bisa mengambil sikap apapun. Sebab, menyangkut perizinan perusahaan itu dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Pemkab Karimun hanya mengelurkan izin Surat Izin Tempat Usaha (SITU) saja.

  “Kami tak bisa berbuat apa-apa. Izin mereka yang keluarkan pusat. Pemda hanya mengeluarkan izin SITU saja. Kalau soal pengawasan sudah menjadi kewenangan Provinsi Kepri. Dulu pengawasan memang wewenang kami, tapi sejak adanya UU no 23 tahun 2014, pengawasan sudha di provinsi,” sebutnya. 

  Sementara, HRD PT MOS, Nasrul Aswad ketika dikonfirmasi terkait kronologi kecelakaan kerja yang dialami salah seorang karyawan PT MOS belum memberikan penjelasan.(ham) 

Comment

News Feed