by

Lagi, BPOM Kepri Ungkap Produk Pangan Ilegal

Batam (HK) – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri kembali mengungkap peredaran pangan tanpa izin edar yang dilakukan oleh salah satu distributor makanan di Karimun, Kamis (9/5/2019).

Kepala BPOM Kepri, Yosf Dwi Irwan, mengatakan kegiatan operasi dilakukan berawal dari informasi masyarakat bahwa adanya peredaran pangan kaleng oleh si pemilik (S) dari luar negeri yang tidak ada izin dari Badan POM RI.

“Menindaklanjuti info tersebut, petugas langsung melakukan investigasi, ternyata ditemukan produk pangan tanpa izin edar disalah satu Gudang Distributor. Selanjutnya petugas melakukan penindakan produk ilegal tersebut,” ucap Yosef.

Dalam operasi penindakan tersebut, ditemukan 5 item pangan tanpa izin edar yang berjumlah 435 pieces dengan perkiraan nilai ekonomi sekitar Rp 92,8 juta.

“Pelaku pelanggaran dijerat dengan pasal 142 Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dengan sanksi pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak 4 miliar rupiah,” tegas Yosef.

Dikatakan, pangan ilegal beresiko terhadap kesehatan karena diedarkan sebelum melalui evaluasi mutu dan keamanan oleh Badan POM.

“Kepada para konsumen agar selalu menjadi konsumen yang cerdas hanya dengan membeli produk pangan yang telah terdaftar di Badan POM,” ucap Yosef.

Dia minta konsumen untuk selalu Cek KLIK, yaitu, Cek Kemasan (jgn sampai terima produk dengan kemasan rusak), Cek Label (kelengkapan label seperti nama dan alamat produsen atau importir, komposisi, netto, kode produksi, ED), Cek Izin Edar (harus terdaftar di BPOM) dan cek Kadaluarsa.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi ataupun aduan tentang Obat dan Makanan dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BPOM Batam di (0778) 761490 atau datang langsung di kantor BPOM Batam di Jl. Hang Jebat, Kel. Batu Besar, Kec. Nongsa – Batam. (Cw63)

Comment

News Feed