by

Ciri Kepribadian Orang yang Puasa

Oleh: Dr. H. Erizal Abdullah, Kakan Kemenag Anambas

Dalam melaksanakan ibadah Puasa, tidak hanya sekedar mencari pahala dan terhindar dari dosa, tapi nilai yang terkandung dalam Ramadhan juga dapat mempengaruhi jiwa. Sebab, puasa adalah sarana pelatihan dan pembinaan jiwa menjadi manusia yang berkepribadian mulia.

Ada enam hal yang harus diperbaiki pada diri kita dengan Ramadhan sesuai kandungan AlQur’an surat Al Baqarah ayat 183-186.

Pertama, memelihara kualitas iman. Dalam surat Al Baqarah 183, yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Orang yang beriman bisa menghadapi ujian, lapar, dan haus berubah menjadi kenikmatan dan kebahagiaan.

Kedua, selalu dekat dengan AlQur’an.
Ibadah yang sering dilakukan di bulan suci Ramadan adalah membaca AlQur’an. Maka diharapkan, setelah Ramadhan, bacaan AlQur’an menjadi semakin baik, terus rajin AlQur’an, memahami kandungan isi AlQur’an, dan, hidup sesuai AlQur’an.

Al Baqarah ayat 185 yang artinya, “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) AlQur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”

Ketiga, selalu mendekatkan diri kepada Alla SWT. Al Baqarah ayat 186, yang artinya, “Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat…..”

Disini dapat dipahami jika Allah SWT selalu mengawasi kita sehingga kita tidak berani menyimpang dari jalanNya.

Keempat, selalu berdo’a kepada Allah SWT.
Manusia Dhoib, do’a adalah senjata. Al Baqarah ayat 186, yang artinya, “……… Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Kelima, memelihara hubungan baik dengan manusia (hablum minannas). Dalam hal ini, teruslah menjaga silaturrahmi dengan keluarga, tetangga, sesama muslim, berjamaah di masjid, membayar zakat, dan berkumpul di hari raya.

Keenam, mampu membedakan antara yang hak dan batil.
Kendalikan nafsu dari melakukan keburukan. Surah Al A’raf ayat 179, yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” Wallahualam bishawab. ***

Comment

News Feed