by

112.708 Orang Tentara Jepang Pernah Tinggal di Sembulang

BATAM (HK) – Kelurahan Sembulang, di Kecamatan Galang, ternyata pernah menjadi tempat tinggal sementara sekitar 112.708 orang tentara Jepang, paska kekalahan mereka pada Perang Dunia Ke II tahun 1945 silam.

“Sekitar 128 orang diantaranya meninggal dan dikuburkan di daerah Sembulang,” kata Tokoh Masyarakat Sembulang, Haji Mahmud, Sabtu lalu saat kunjungan Famtrip Disparbud Batam bersama Asosiasi, Pokdarwis serta pelaku wisata Batam dan Kepri.

H. Mahmud menceritakan, Pulau Galang tidak hanya pernah dihuni oleh pengungsi dari Vietnam, namun juga pernah menjadi tempat transit bagi pasukan Jepang setelah mereka kalah pada Perang Dunia ke II lalu.

“Setelah Kota Nagasaki dan Hiroshima dibom atom oleh tentara Sekutu, Jepang menyerah kalah tanpa syarat,” kata H. Mahmud, di saat menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut.

Mereka itu, papar H Mahmud, merupakan tentara Jepang yang dijemput di Vietnam, Philipina, Thailand dan sekitarnya, sebelum dipulangkan ke Jepang.

“Tahun 1946, pasukan tentara Jepang masuk ke Kelurahan Sembulang ini. Berdasarkan data literatur yang didapatkan jumlahnya sebanyak 112.708 orang. Dan 128 orang diantaranya itu meninggal disini termasuk seorang komandan yang berpangkat Brigadir Jenderal,” ucap pensiunan guru SD di daerah Sembulang.

Diterangkan Mahmud, selama di Sembulang, mereka tinggal di pondok-pondok dan lubang atau goa dengan mencari makan seadanya di laut dari jenis ikan, kerang serta biota lainnya.

“Setahun lebih mereka di Sembulang, banyak yang meninggal lantaran keracunan makanan tersebut. Sebab, mereka itu memakan hewan laut yang beracun, sehingganya tidak terobati dan akhirnya meninggal,” papar H Mahmud.

Sekitar 1,5 tahun kemudian, pasukan tentara Jepang itu dipulangkan ke negaranya menggunakan kapal perang.

“Nah, 40 tahun kemudian hingga tahun 2010 lalu, banyak orang jepang yang datang kesini untuk wisata religius. Diantaranya ada yang mengatakan, ingin mencari tahu serta melihat peninggalan sejarah tentang pasukan Jepang yang pernah tinggal di Sembulang ini. Karena keluarganya ada yang dikuburkan disini,” kata H. Mahmud lagi.

Inilah sebuah destinasi sejarah yang bisa kita informasikan dan tunjukkan ke masyarakat di Bidang Pariwisata, khususnya kepada Warga Negara Jepang dan lainnya.

“Terkhusus, pariwisata lingkungan dan budaya masyarakat Sembulang yang masih asri, dan religius, maupun wilayah pulau pulau dengan pasir putihnya,” pungkas H Mahmud.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Batam, Ardiwinata mengatakan, Pemerintah Kota Batam bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata, berkomitmen mengembangkan objek pariwisata Batam dan Kepri sebagai program peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara kedepannya.

“Dengan dijadikannya Kelurahan Sembulang ini menjadi Kampung Wisata, maka Pemko Batam akan mendukung penuh pariwisata di Kecamatan Galang ini. Kedepannya, Sembulang khususnya dan Barelang umumnya akan dijadikan Destinasi Wisata Batam yang dapat diunggulkan yang diharapkan dapat membangkitkan perekonomian masyarakat,” kata Ardiwinata, yang diaminkan oleh semua pelaku dan asosiasi pariwisata Kota Batam. (noviwandra)

Comment

News Feed