by

Sunnah Puasa Ramadan yang Mendatangkan Pahala

Sunnah puasa Ramadan bisa dilakukan untuk melengkapi ibadah puasa di bulan Ramadhan. Dan bisa memberikan pahala lebih jika kamu mengamalkannya atau melakukannya. Sunnah puasa Ramadan adalah segala tindakan yang dicontohkan oleh Rasullullah SAW saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Secara bahasa, sunnah diambil dari bahasa Arab yaitu sunnah yang artinya adalah kebiasaan atau biasa dilakukan. Dalam Islam, sunnah diartikan sebagai sikap, tindakan, ucapan, dan cara Rasullullah serta sahabatnya, saat menjalani kehidupannya atau tradisi yang dilaksanakan, ilmu keyakinan, ucapan, perbuatan maupun penetapan oleh Rasullullah dan juga sahabatnya.

Sunnah puasa Ramadan berarti bisa diartikan sebagai kebiasaan Rasullullah atau sahabat nabi dalam menjalankan puasa pada saat Ramadan. Banyak sekali sunnah puasa Ramadan yang bisa dilakukan untuk menambah amalan puasa dan juga menambah pahala. Sunnah-sunnah ini tidak wajib hukumnya untuk dilakukan, namun lebih baik di praktikan karena keistimewaannya dan dapat pahala.

Ada beberapa sunnah saat Ramadan, pertama, Sahur.

Makan sahur adalah salah satu sunnah puasa Ramadan yang sangat bermanfaat jika dilaksanakan. Selain bisa memberikan energi untuk menjalankan puasa sepanjang hari. Saur juga bisa mendatangkan pahala bagi yang melaksanakannya.

Makan sahur juga dijelaskan di berbagai hadist, yang artinya, “Dari Anas bin Maalik Radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan.”

Selain itu, Rasullullah juga menganjurkan untuk segera mengakhiri sahur hingga menjelang fajar. Hal ini juga dijelaskan dalam sebuah hadist berikut ini:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata, yang artinya, “Kami pernah makan sahur bersama Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu melaksanakan shalat. Anas berkata, Aku bertanya kepada Zaid: “Berapa jarak antara adzan dan sahur ?”. Dia menjawab : “seperti lama membaca 50 ayat” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, Berbuka Puasa.
Sunnah puasa Ramadan berikutnya adalah berbuka puasa. Rasullullah SAW memerintahkan umatnya yang berpuasa untuk segera melakukan buka puasa atau membatalkan puasanya ketika waktu berbuka sudah datang.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist yang artinya, “Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih).

Selain itu, Rasullullah juga menganjurkan untuk berbuka puasa dengan kurma atau yang manis-manis. Hal ini dianjurkan karena kurma banyak mengandung gizi yang bisa mengembalikan energi yang hilang setelah berpuasa seharian.

Sunnah berbuka puasa dengan kurma dijelaskan dalam hadist yang artinya,” “Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air”

Kemudian, Rasullullah juga menganjurkan untuk berdoa ketika berbuka puasa. Dalam hadistnya yang rtinya: “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”. (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih)

Ketiga, Banyak Beribadah dan Berderma.
Sunnah puasa Ramadan berikutnya adalah memperbanyak ibadah dan juga berderma. Beribadah bisa kamu lakukan dengan banyak berdzikir di masjid, melakukan ibadah sholat sunnah, berbuat baik, dan lain sebagainya. Kemudian Rasullullah juga menganjurkan untuk banyak melakukan sedekah atau berderma kepada orang yang lebih membutuhkan.

Rasullullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk memberikan makan pada orang yang berbuka puasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,”( HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kemudian banyak berderma di bulan Ramadan juga bisa mendatangkan banyak pahala. Jika di hari-hari biasa saja atau bulan-bulan biasa saja, Allah SWT akan melipat gandakan pahala orang yang berderma, saat di bulan Ramadan Allah pasti akan lebih melipat gandakan pahalanya.*

(sumber: liputan6.com)

Comment

News Feed