by

Polisi Periksa Nakhoda Kapal Succes Energy XXXII

KARIMUN (HK)- Satreskrim Polres Karimun terus mengembangkan penyidikan kasus kebakaran kapal Succes Energy XXXII milik PT Soechi Lines Tbk yang terbakar di galangan kapal PT Multi Ocean Shipyard (MOS) anak perusahaan PT Soechi Lines, Rabu (23/4) lalu. Polisi telah memeriksa nakhoda kapal, Alfroni.

“Kami telah memeriksa 6 saksi terkait kasus terbakarnya kapal Succes Energy XXXII di PT MOS kemarin, salah seorang saksi yang diperiksa adalah nakhoda kapal. saksi lainnya, pekerja yang berada di lokasi kejadian termasuk safetynya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara di kantornya, Sabtu (4/5).

Kata Lulik, berdasarkan olah TKP yang dilakukan oleh tim Inavis Polres Karimun, di dekat lokasi terbakarnya kapal ditemukan bekas cairan kimia. Bahkan, di lokasi lain di atas kapal pihaknya menemukan 6 botol cairan kimia yang masih utuh. Dugaan sementara penyebab kebakaran itu karena adanya cairan kimia.

“Sebelum naik dock di PT MOS, kapal Succes Energy tersebut berlayar dari Tasik Malaya tujuan Pelabuhan Merak. Informasinya, saat itu kapal mengangkut bahan kimia. Setelah dari Pelabuhan Merak, kapal kemudian berlayar ke Karimun untuk docking melakukan perbaikan,” jelas Lulik.

Lulik menyebut, berdasarkan keterangan sejumlah pekerja di lokasi kejadian, pada kebakaran terjadi pekerja memang mendengar suara ledakan namun dengan volume yang tak terlalu besar. Hanya saja, untuk memastikan penyebab kebakaran pihaknya meminta bantuan dari PT Sucofindo dan juga Labfor Polri Medan. Dia juga belum bisa memastikan apakah pekerja di PT MOS tidak mengenakan pakaian safety atau bukan. Pada saat kejadian, pekerja yang mengalami luka bakar memang mengenakan baju kaos oblong. Namun, bisa jadi baju kaos oblong yang dikenakan itu baju dalaman, sementara pakaian luarnya tetaplah pakaian standar kerja.

Diberitakan, kapal Succes Energy XXXII yang tengah melakukan perbaikan di PT MOS tiba-tiba terbakar. Kebakaran itu diduga akibat ledakan tabung gas ketika pekerja tengah melakukan pengelasan diatas kapal itu, Rabu (24/4/2018). Dua pekerja mengalami luka bakar serius dan langsung dievakuasi ke RSBT dan RSUD M Sani Karimun. (ham)

Comment

News Feed