by

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Kebakaran Kapal PT MOS

KARIMUN (HK)-Polisi terus mengembangkan penyidikan kasus kebakaran Kapal Succes Energy XXXII milik PT Soechi Lines Tbk di galangan kapal PT Multi Ocean Shipyard (MOS) yang merupakan anak perusahaan PT Soechi pada Rabu (23/4) lalu. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 4 orang saksi.

Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara disela-sela berlangsung aksi buruh saat peringatan Mayday di halaman Kantor Bupati mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Jumlah saksi yang diperiksa sudah 4 orang.

“Sudah empat orang saksi yang kita minta keterangan, mulai dari pihak perusahaan, bagian keselamatan hingga pekerja galangan kapal. Dalam penyelidikan, kami telah menurunkan tim inafis guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang mengakibatkan dua orang pekerja mengalami luka-luka,” ungkap Lulik.

Kata Lulik, jika nanti pihaknya membutuhkan tim Labfor Mabes Polri dalam penyelidikan. Maka hal tersebut akan dilakukan, agar kejadian diperusahaan galangan itu dikatahui. Namun, sejauh ini tim inafis Polres Karimun telah turun melakukan olah TKP. Dari hasil keterangan saksi yang diperiksa, dugaan sementara insiden yang menyebabkan dua pekerja luka-luka akibat api yang besar. Ketika media mempertanyakan apakah memang terjadinya ledakan di kapal yang sedang dalam perbaikan di PT MOS tersebut, Lulik menyebut, bahwa tidak ada ledakan yang terjadi. Tapi hanya bunyi api yang tiba-tiba membesar dari salah satu bagian kapal yang membawa bahan kimia.

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya sebelumnya menjelaskan, Polres Karimun telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), di kapal Succes Energy XXXII yang terbakar di PT Multi Ocean Shipyard (MOS).

Polisi masih mengumpulkan barang bukti dan saksi.

“Kita sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Kita akan mendatangkan ahli forensik dari Medan. Kita kan tak punya keahlian untuk itu ya. Laboratorium Forensik di Medan yang akan menentukan. Mereka akan kita undang nantinya,” ungkap Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya, Ahad (28/4) sore.

Kata Hengky, saat ini pihaknya masih fokus meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui kronologis kejadian sebenarnya. Sampai saat ini, belum ada kesimpulan soal kasus itu. Menurut dia, kalau secara kronologis, berdasarkan informasi yang di dapat dari lokasi kejadian, penyebab ledakan itu diduga karena adanya bekas pupuk yang terbuka uapnya dan terkena percikan api. Hanya saja, kenapa bisa terbakar secara detailnya harus forensik yang memberikan keterangan.

“Bekas pupuk (di kapal itu) sedang di-repired dan sudah dibawa. Informasi yang kita dapat, di sana ada bekas pupuk. Kalau ada indikasi ammonium nitrate atau jenis kimiawi apa, itu forensik yang menentukan. Yang jelas, informasi di lapangan menyebutkan bekas pupuk,” terangnya.

Kapolres mengakui, kapal yang terbakar itu dengan nama Succes Energy XXXII. Hanya saja, Kapolres Hengky belum bisa memastikan siapa pemilik kapal tersebut. Dirinya menyebut masih fokus melakukan pemeriksaan penyebab kapal dengan mengumpulkan barang bukti serta memeriksa saksi-saksi. “Saat ini, baru 3 saksi yang kita periksa. Kalau memang ada penambahan untuk pulbaket (pengumpuhan bahan dan keterangan) yang lain, akan terus kita lakukan pemeriksaan. Supaya keterangan itu, paling tidak kronologisnya seperti apa, baru nanti pada tahap kesimpulan dengan memanggil ahli,” jelas Kapolres. Perwira melati dua di pundak ini juga belum bisa menyimpulkan adanya penyebab ledakan itu. Apakah karena indikasi kelalaian perusahaan atau karena faktor teknis, itu berada pada tahap kesimpulan. Semua kesimpulan itu berada di tangan ahli Labfor yang ada di Medan. Diberitakan, kapal Succes Energy XXXII yang tengah melakukan perbaikan di PT MOS tiba-tiba terbakar. Kebakaran itu diduga akibat ledakan tabung gas ketika pekerja tengah melakukan pengelasan diatas kapal itu, Rabu (24/4). Dua pekerja mengalami luka bakar serius dan langsung dievakuasi ke RSBT dan RSUD M Sani Karimun. (ham)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed