by

Pedagang Sayur Puan Maimun Sulit Ditata

KARIMUN (HK)-Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Energi Sumber Daya Mineral (Disdagkop UKM ESDM) Kabupaten Karimun bersama Satpol PP kesulitan menata pedagang sayur di pasar semi modern itu. Pedagang sayur yang seharusnya berjualan di lantai dua, tetap menjajakan dagangan di lantai dasar pasar. Padahal, petugas Disdagkop UKM ESDM, Satpol PP dan sekuriti dari Perusda Karimun selaku pihak pengelola pasar Puan Maimun telah melakukan penertiban pedagang sayur tersebut sejak 26 April 2019 lalu. Seluruh pedagang sayur yang berjualan di lantai dasar dipaksa pindah ke lantai dua. Penertiban pedagang itu tidak berjalan mulus. Bahkan, petugas terkait terpaksa memasang police line di lokasi yang menjadi larangan bagi pedagang sayur untuk menjajakan dagangannya. Namun, lagi-lagi pedagang itu tak mau tahu. Mereka tetap saja turun ke lantai dasar tempat pedagang ikan dan daging berjualan.

“Semua upaya sudah kami lakukan untuk menata pedagang sayur ini, agar berjualan di lantai dua, tempat yang telah kami peruntukkan bagi mereka jualan. Namun, mereka masih saja membandel untuk berjualan di bawah sini,” ungkap Kabid Perdagangan Disdagkop UKM ESDM Karimun, Muhammad Fadhlah, kemarin. K

Fadhlah, usai penertiban yang dilakukan pada 26 April lalu, pihaknya selalu menongkrongi lokasi yang dilarang berjualan bagi pedagang sayur. Bahkan, jumlah personil Satpol PP terus ditingkatkan untuk memperketat pengawasan. Bukan hanya itu, sekuriti pasar dari Perusda juga ditambah 5 orang lagi. Meski pengamanan sudah berlapis, namun pedagang itu tetap saja membandel. Mereka seolah tak peduli dengan keberadaan petugas. Ketika pagi-pagi sekali mereka sudah meletakkan dagangannya di areal yang dilarang, seperti dibawah tangga menuju ke lantai dua, maupun diantara lorong ikan dan ayam.

Fadhlah mengaku tak ada jalan lain untuk menata pedagang yang membandel itu. Semua upaya telah dia lakukan, namun tetap saja mereka tak mengindahkannya. Saking kesalnya melihat ulah pedagang sayur tersebut, Fadhlah bahkan berencana menempatkan beberapa ekor anjing untuk mengawasi lokasi mereka berjualan itu.

“Jika suara kami tak pernah mereka dengar. Maka ke depan kami akan menempatkan beberapa ekor anjing di lokasi yang sudah kami larang tersebut. Kalau suara manusia saja tidak mereka dengar, mungkin ketika mendengar suara gonggong anjing mereka akan jadi lebih takut,” jelas Fadhlah.

Penertiban pedagang sayur di lantai dasar Pasar Puan Maimun sebenarnya sudah berulang kali dilakukan, pada 21 Januari 2019 silam, petugas terkait termasuk Satpol PP bahkan telah berupaya membongkar lapak yang tidak berada pada tempatnya. Lapak pedagang kemudian dipindahkan ke lantai dua pasar. Hanya beberapa hari, areal tempat pengunjung berlalu lalang diantara lapak pedagang ikan dan daging tampak rapi dari aktivitas pedagang sayur. Namun, situasi itu tak berlangsung lama. Pedagang sayur itu kembali berulah, mereka turun lagi ke lantai dasar untuk menawarkan sayurnya kepada pengunjung pasar. (ham)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed