by

Buruh FSPMI Unjuk Rasa di Kantor Bupati

KARIMUN (HK)- Puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Aneka Industri-Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI SPMI) Kabupaten Karimun menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Karimun, Rabu (1/5). Aksi tersebut bagian dari peringatan Hari Buruh Internasional (mayday). Ketua SPAI-FSPMI Kabupaten Karimun, Muhamad Fajar mengatakan, ada beberapa poin yang menjadi tuntutan buruh saat mayday, diantaranya menolak upah murah dan mencabut PP no 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Turunkan harga beras dan tarif dasar listrik serta meminta bangun kedaulatan pangan dan energi. Kemudian, pihaknya juga meminta cabut Perpres no 20 tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing. Segera terbitkan Peraturan Daerah tentang Ketenagakerjaan dan percepat pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Karimun. Sebab, selama ini rencana pembangunan BLK itu sampai sekarang hanya tetap sebatas wacana.

“Kami tetap menuntut agar segera penghapusan outsourching yang berkedok dengan pemagangan. Tingkatkan manfaat jaminan kesehatan dan pensiun. Outsourching ini sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Bekerja dengan status tidak jelas, dan dengan upah yang murah,” teriak Fajar saat berorasi.

Aksi Mayday di Karimun mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Bahkan, Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya bersama Wakapolres Kompol Agung Gima Sunarya dan Dandim 0317/TBK Letkol ARM Rizal Analdie ikut hadir dalam aksi rutin buruh yang digelar setiap 1 Mei tersebut. Setelah menggelar orasi, perwakilan buruh Karimun melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah daerah untuk menyampaikan aspirasi serta mendengar tanggapan dari pemerintah. Pertemuan itu dipimpin Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karimun Hazmi Yuliasnyah. Pertemuan berlangsung tertutup di ruang rapat Cempaka Putih, lantai tiga Kantor Bupati Karimun. (ham)

Comment

News Feed