by

Kapal Terbakar di PT MOS Milik Soechi Lines

KARIMUN (HK)-Kapal yang meledak akibat ledakan tabung gas saat pengelasan di PT Multi Ocean Shipyard (MOS), Rabu (23/4) sore lalu ternyata kapal Succes Energy XXXII milik PT Soechi Lines Tbk, induk perusahaan PT MOS yang berada di Jakarta.

Akibat ledakan itu, dua pekerja mengalami luka bakar serius hingga dirawat secara intensif di rumah sakit.
  “Informasi yang kami ketahui, kapal meledak itu milik PT Soechi Lines Tbk, yang merupakan induk perusahaan PT MOS di Jakarta. Kapal yang meledak itu namanya Succes Energy XXXII. Penyebab itu diketahui karena tidak adanya safety bagi pekerja yang melakukan pengelasan,” ungkap narasumber yang layak dipercaya, Ahad (28/4). 
  Kata sumber, ketika melakukan pengelasan kapal, pekerja itu diduga hanya menggunakan baju kaos oblong dan tanpa dilengkapi safety (pelindung keselamatan kerja). Padahal, harusnya karyawan dilengkapi baju anti api, sehingga bisa aman jika sewaktu-waktu terjadi ledakan atau kebakaran.
  Menurut dia, kecelakaan kerja yang terjadi di PT MOS pada pekan lalu itu bukanlah yang pertama kali. Kecelakaan sudah beruntun terjadi di perusahaan galangan kapal yang berada di Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral itu. Sayangnya, meski kecelakaan sudah sering terjadi. Namun, perusahaan masih tetap mengabaikan keselamatan pekerja.
  “Manajemen perusahaan sepertinya membiarkan karyawan yang tidak dilengkapi safety sat bekerja. Bahkan, mereka tidak peduli ketika karyawan hanya mengenakan kaos oblong, tanpa helm dan kacamata saat bekerja. Beberapa kali keluhan disampaikan pekerja, namun manajemen tetap saja tak menghiraukan,” tuturnya.
  Dijelaskan, kecelakaan kerja yang menimpa kapal Soechi ini, setidaknya sudah empat kali terjadi. Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (24/11/2018) sekitar pukul 15.00 WIB, pecahnya balon airbag kapal, hingga mencederai puluhan pekerja PT MOS. Kemudian, pada Selasa (27/11/2018) seorang pekerja helper di galangan tertimpa plat baja. 
  Selanjutnya, pada Kamis (20/12/2018) bahan material dari atas crane menimpa pekerja di PT MOS. Dan kasus terakhir, meledaknya tabung gas saat perbaikan kapal Succes Energy hingga mencederai dua pekerja. Keduanya, kemudia dievakuasi ke RSUD M Sani dan RSBT. Kedunya terpaksa menjalani operasi untuk pemulihan luka serius di tubuhnya. 
  Terkait proyek perbaikan kapal yang dikerjakan PT MOS, ungkap sumber tadi, ada hubungan bisnis dengan PT Pertamina. Bukan hanya kapal itu, PT MOS juga diketahui sedang menjalani kontrak dengan PT Pertaminan untuk membangun kapal. Namun, hingga saat ini belum kelihatan hasilnya. 
  Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara ketika dikonfirmasi wartawan belum lama ini mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait ledakan kapal di PT MOS tersebut. Lulik menyebut, tim Inavis Polres Karimun sudah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
  “Tim masih di lapangan melakukan olah TKP, terkait penyebab ledakan masih didalami dari mana asal kobaran api itu. Kalau untuk sumber atau pemicu kobaran diduga dari percikan api las. Hasil olah TKP sementara, bagian kapal paling hangus terdapat di bagian dek kapal dan dugaan tempat itu merupakan sumber api utama,” ujarnya.
  Sementara, Kepala Humas Resources Department PT MOS, Nasrul Aswad ketika dikonfirmasi terkait informasi soal kebenaran kapal yang diperbaiki itu milik PT Soechi Lines Tbk, induk PT MOS via ponselnya tidak aktif. Begitu juga ketika dilayangkan pesan singkat melalui aplikasi WhatsAPP belum dibacanya. (ham) 

Comment

News Feed