by

Lanal Karimun Amankan Dua WN Malaysia

KARIMUN (HK)- Petugas Patroli Keamanan Laut (Patkamla) V-8 Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjungbalai Karimun mengamankan dua warga negara asing (WNA) asal Malaysia, Mohammad Anzulami (33) dan Rusli Dahlan (45) di perairan Karimun Anak, Jumat (26/4) sekitar pukul 02.10 WIB. Kedua WNA tersebut masuk secara ilegal ke Karimun tanpa dilengkapi dokumen pelindung diri.

Kedua WNA tersebut dijemput oleh dua warga Karimun, Afrizal (32) yang merupakan nakhoda dan Khairul (33) anak buah kapal (ABK) menggunakan speedboat dengan mesin 18 PK. Keduanya merupakan warga Desa Pangke, Kecamatan Meral. Di atas speedboat tersebut, petugas juga menemukan dua alat isap sabu-sabu.

“Saat melakukan patroli di wilayah perairan Karimun Anak, petugas kami mengamankan satu unit speedboat tanpa nama yang berisi 4 orang. Satu orang tekong, satu ABK dan dua penumpang. Dua penumpang tersebut merupakan warga negara Malaysia,” ungkap Danlanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro saat ekspose kasus penangkapan di Maposal Leho, Jumat (26/4) sore.

Menurut Catur, penangkapan dua WNA Malaysia dan 2 WNI asal Desa Pangke tersebut berawal dari informasi terkait masuknya WNA yang diduga membawa narkoba ataupun senjata api ke wilayah Karimun, Kamis (25/4) sekitar pukul 20.00 WIB. Ketika menerima informasi itu, petugas kemudian melakukan patroli di sekitar perairan Karimun Anak.

“Pukul 02.10 WIB, Tim F1QR mendengar suara dan mendeteksi secara visual speedboat yang mencurigakan melintas di wilayah kerja Lanal Tanjungbalai Karimun di perairan Karimun Anak. Kemudian, petugas melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan 1 unit speedboat yang memuat 4 orang. Dua diantaranya WNA yang masuk tidak melalui jalur resmi,” jelasnya.

Menurut dia, berdasarkan keterangan nakhoda speedboat, alat asap sabu-sabu itu digunakan ketika dia dan ABK-nya masih berada di Malaysia. Penuturan dua kru speedboat itu dibuktikan dengan tes urine yang dilakukan. Ternyata, dua WNI positif mengkonsumsi narkoba, sementara 2 WNA dinyatakan negatif.

Dijelaskan, tujuan dua WNA asal Malaysia itu masuk ke Karimun ingin menemui istri mereka, yang merupakan WNI tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat. Kedua WNA asal Selangor, Malaysia itu nekat masuk ke Indonesia dengan cara ilegal itu, karena paspor mereka sudah di blacklist oleh negaranya.

“Tujuan mereka masuk ke Indonesia adalah untuk menemui istri mereka yang tinggal di Pontianak. Keduanya nekat masuk melalui jalur tidak resmi karena paspor mereka sudah di black list oleh negaranya. Rencananya, begitu berhasil masuk ke Karimun, mereka akan berlayar ke Batam, terus terbang ke Pontianak,” terangnya.

Catur menyebut, untuk sementara ditemukan pelanggaran speedboat berlayar tanpa dilengkapi dengan dokumen pelayaran yang dikeluarkan oleh pihak Syahbandar dan 2 orang penumpang asal WNA Malaysia tersebut tidak memiliki dokumen resmi berupa paspor dan cap dari Imigrasi.

“Perbuatan pelaku diduga melanggar pasal 119 ayat 1 Undang-Undang No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Bunyinya, setiap orang asing yang masuk dan atau berada di wilayah Indonesia yang tidak memiliki dokumen perjalanan dan visa yang sah serta masih berlaku, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500 juta,” pungkasnya. (ham)

Comment

News Feed