by

Gempita Hardiknas Digelar di Engku Putri

BATAM (HK) – Memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei mendatang, Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) menggelar belasan kegiatan Gempita Hardiknas di Engku Putri Batam Centre mulai 25 April hingga 29 April mendatang.

Kepala LPMP Kepri, Drs. Irwan Syafii menjelaskan, ada sebanyak 15 kegiatan yang digelar, yakni pameran, bazar buku murah, lomba kolase, bioskop keliling, lomba media pembelajaran, musikalisasi puisi.

Seterusnya lomba konversi teks, pentas seni, lomba membaca cepat, festival musik melayu, senam sehat, gelar wicara (talk show), diskusi nilai budaya dan lomba meringkas teks.

“Kegiatan ini terlaksana juga berkat kerjasama UPT Kementerian Pendidikan Kebudayaan dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan instansi terkait lainnya, seperti kepala sekolah mulai dari tingkat Paud hingga SMK,” ucap Irwan, dalam sambutan pada pembukaan Gempita Hardiknas 2019 di Alun-alun Engku Putri Batam Centre, Kamis (25/4).

Ia menambahkan, Gempita Hardiknas ini yang kedua kalinya dilaksanakan oleh Kemendikbud Provinsi Kepri. Tahun lalu digelar di Tanjungpinang. Sementara di tahun 2019, ini diadakan di dua tempat, yaitu di Lapangan Engku Putri Batam Centrr dan halaman Kantor BPMB Kepri Tanjungpinang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Karakter, Ari Budiman mengatakan Gempita Hardiknas kali ini berkaitan sekali dengan dunia pendidikan. Yaitu adanya pameran buku, dan itu adalah upaya dari Kemendikbud untuk terus mendorong kegiatan-kegiatan literasi dan penguatan pendidikan karakter.

“Kita berharap apa yang dipamerkan itu bisa membawa inspirasi dan dukungan kolaborasi karena pendidikan itu baru berhasil apabila terjalin dan hubungan kerjasama yang sangat erat antar sekolah, keluarga dan masyarakat,” ucapnya.

Dikatakan Ari, Gempita Hardiknas serentak digelar di 13 provinsi di seluruh Indonesia.

“Provinsi yang juga melakukan pembukaannya hari ini diantaranya Sumatera Barat, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Papua serta DKI Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pendidikan di Kota Batam saat ini banyak terjadi masalah. Pemerintah Kota (Pemko) Batam maupun Provinsi Kepri tidak mampu menyelesaikan undang-undang yang telah dibuat Menteri Pendidikan, yakni di Batam guru honorer masih banyak dibandingkan dengan PNS.

“Guru honorer kami jumlahnya cukup banyak, artinya sistem pendidikan di sini mau tidak mau meskipun ada larangan dari Menteri Pendidikan soal tidak boleh menerima honor, kalau ini saya berhentikan semua akan demo,” bebernya. (cw64)

Comment

News Feed