by

Tabung Gas PT MOS Meledak,Dua Pekerja Luka Bakar

KARIMUN (HK)-Kecelakan kerja terjadi lagi di PT Multi Ocean Shipyard (MMOS. Tabunggas tiba-tiba meledak di saat pekerja tengah melakukan pengelasan kapal di perusahaan galangan kapal (shipyard) yang berada di Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral, Rabu (24/4) sekitar pukul 17.25 WIB. Akibat ledakan itu, dua pekerja mengalami luka serius dan terpaksa di RSUD M Sani dan RSBT.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan berawal ketika salah satu pekerja sedang melakukan pengelasan di atas kapal, tiba – tiba saja muncul ledakan kuat yang membuat dua orang pekerja mengalami luka bakar serius.

“Saat itu ada pekerja yang sedang mengelas, kemudian api dari mesin las itu jatuh ke bawah dan mengenai tabung dan meledak,” ungkap salah seorang sumber.

Menurut dia, begitu mendengar ledakan keras itu, para pekerja menghentikan pekerjaannya. Para pekerja kemudian bergegas menuju ke lokasi ledakan dan melihat dua rekannya sudah terkapar dengan luka bakar serius.

“Di lokasi ledakan itu ada dua orang ditemukan sedang terkapar. Satu orang terlihat tidak sadarkan diri. Sementara, satu orang lainnya nampak lemas. Karyawan yang tak sadarkan diri itu mengalami luka bakar yang cukup parah,” tuturnya.

Kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani dan Rumah Sakit Bakti Timah untuk mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Meral AKP Hadi Sucipto dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengaku belum mendapatkan informasi terkait kebakaran itu, dan sedang mengecek ke anggotanya untuk memastikan kejadian itu.

“Kita belum mendapatkan informasi karena masih berada di PPK untuk mengawasi perhitungan suara. Segera kami infokan terkait kejadian itu nantu,” katanya.

Sementara Kepala Pusat Informasi dan Layanan RSUD Muhammad Sani Zulham membenarkan terkait adanya pekerja yang dilarikan ke RSUD Karimun karena mengalami luka bakar. Menurutnya, saat ini pekerja itu sedang mendapatkan perawatan medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Iya benar, ada satu orang. Saat ini masih dalam perawatan medis di IGD oleh dokter. Kita belum dapat memberikan keterangan karena masih fokus terhadap penanganannya,” kata Zulham, Rabu (24/4) malam. (ham)

Comment

News Feed